LPA Sumenep Komitmen Lindungi Hak Dasar Anak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) BERMANFAAT: Salah satu aktivitas LPA Sumenep adalah menggelar diskusi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Peran Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumenep dalam memenuhi hak-hak anak patut mendapatkan dukungan semua pihak. Sebab keberadaan lembaga tersebut juga berkontribusi terhadap perkembangan mental anak-anak yang ada di Sumenep.

Ketua LPA Sumenep Nurul Sugiati menjelaskan, persoalan perlindungan anak merupakan persoalan yang sangat penting dan mendesak. Apalagi menurutnya sekarang banyak terjadi peristiwa kekerasan dan perampasan hak dasar anak. Artinya, perlindungan hak anak di negeri ini masih lemah.

“Yaitu adanya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Oleh karena itu diperlukan sebuah tindakan dan sikap tegas dari semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat secara umum,” ungkap Nurul, sapaan akrabnya.

Berdasar alasan  tersebut, ia menginisiasi para pegiat anak merasa termotivasi untuk terus berupaya melakukan yang terbaik untuk anak, yaitu dengan mendirikan LPA Sumenep.

Niat dan tekad tersebut sebagai salah satu langkah dalam berkontribusi menciptakan kesadaran makro dan dalam melindungi anak sebagai manusia. Kerja-kerja LPA Sumenep akan lebih fokus pada persoalan anak korban kekerasan.

“Salah satu contoh, kami seringkali menerima keluhan-keluhan anak korban atau keluarga anak korban. Sering terjadi tindakan tidak bertanggung jawab terhadap anak, dan juga banyaknya kasus belum terpenuhinya hak dasar anak. Maka kami selalu berusaha hadir sebagai salah satu usaha penyadaran, pelayanan, advokasi hukum, dan perlindungan terhadap anak,” imbuhnya.

Komunitas ini sering melakukan audiensi kepada pemerintah dan mempunyai visi sederhana, yaitu mewujudkan hak dasar anak dan perlindungan hukum anak di Sumenep.

Dari visi tersebut lahir juga misi-misi di antaranya; mengawal, meluruskan, meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat terhadap hak anak. Serta mentransformasikan dan mensosialisasikan hak dasar anak dengan terobosan-terobosan strategis dan pelatihan.

“Melakukan pelayanan dan pembinaan terhadap anak korban melalui berbagai kegiatan, serta mencapai rekomendasi terciptanya rumah ramah anak, itu termasuk sebagian misi kami,” paparnya.

Bermotto arif berbudaya dan terpenuhinya hak dasar anak, komunitas ini mempunyai tiga garis besar program kerja, pertama, promosi dan sosialisasi hak anak, melakukan kerja sama dengan berbagai organisasi, instansi atau secara mandiri melakukan kegiatan-kegiatan promotif-preventif agar tidak terjadi pelanggaran- pelanggaran hak anak.

Kedua, pelayanan dan advokasi hak anak. Artinya, menerima segala bentuk laporan berkaitan dengan pelanggaran hak anak dan menindaklanjuti serangkaian kegiatan advokasi hak anak, serta bekerja sama dengan stakeholder LPA Sumenep, baik mengenai hukum maupun upaya pembinaan secara psikologis.

Ketiga, yaitu data, informasi, dan komunikasi lembaga. Artinya mencari, mengkaji, dan menganalisis data menjadi bank data anak biasa, anak rentan, anak korban, dan pelaku. (ara/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *