oleh

Lpj ADD-DD Belum Rampung, 3 Desa Terbengkalai

Kabarmadura.id/SUMENEP-Memasuki Maret 2019, 3 desa dari 330 desa yang berada di Sumenep masih belum juga merampungkan dan menyetor laporan pertanggungjawaban (Lpj) tahunan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep. Hal itu diungkapkan Kepala DPMD Ahmad Masuni, Rabu (13/3) kemarin.

Tiga tersebut adalah Desa Jukong-Jukong Kecamatan Kangayan; Desa Sepanjang Kecamatan Sapeken; dan Desa Paseraman Kecamatan Arjasa. Masuni menambahkan, hampir semua Kabupaten se-Jawa Timur, desanya banyak yang mengalami keterlambatan. Jadi, bukan hanya di Sumenep.

“Salah satu faktor yang menghampat lambatnya pelaporan tersebut adalah sumber daya manusia yang dimiliki oleh aparat desa. Kendalanya adalah operatornya itu yang kesulitan untuk memasukkan ke siskeudes (sistem keuangan desa, red),” jelas Masuni.

Pencairan ADD dan DD tahap pertama di tahun 2019 masih belum bisa ditentukan. Sebab, ada beberapa perubahan regulasi dari pusat, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI.

“Tahun ini kan banyak perubahan tentang ADD tahun 2019. Ada perubahan peraturan dari Permendagri Nomor 113 Tahun 2018 menjadi Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 dengan nomenklatur nomor rekeningnya berubah semua. Makanya kami memanggil operator perangkat desa selama empat angkatan,” jelas Masuni lebih lanjut.

Selain itu, sistem keuangan desa juga akan diubah, dari Siskeudes I menjadi Siskeudes II yang akan segera disosialisasikan kepada seluruh kepala desa se-Kabupaten Sumenep yang akan dimulai dari Senin (18/3) depan. (mad/nam)

Komentar

News Feed