LPPNU Akan Mewujudkan Kemandirian Pesantren melalui Santri Agripreneur

News25 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Kemandirian pesantren melalui program Santri Agripreneur semakin dioptimalkan. Sebab sektor ketahanan, merupakan satu-satunya peluang usaha yang bisa bertahan dalam kondisi apapun. Hal ini diungkapkan Kepala Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pamekasan KH. Ilzamuddin, Minggu (27/11/2022).

Menurutnya, peran pesantren dalam berbagai sektor keilmuan tidak bisa terbantahkan sepanjang zaman. Sehingga membutuhkan strategi dengan sentuhan inovasi untuk menguatkan kemandirian suatu pesantren. Bahkan, pengalaman dari adanya sebaran Covid-19 yang mengakibatkan hampir setiap sektor usaha mengalami keterpurukan.

“Ketika sebaran Covid-19 kemarin, hanya ketahanan pangan yang tetap eksis. Lainya, seperti sektor usaha rata-rata lumpuh,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Pihaknya menuturkan, proses akselerasi kemandirian pesantren melalui program Santri Agripreneur tidak hanya ditangani secara mandiri, melainkan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan. Sehingga dari 13 pesantren yang sudah dipetakan menjadi percontohan akan didampingi.

Baca Juga :  Komunitas Pengusaha Milenial Sampang Konsisten Lahirkan Pengusaha Baru

“Pendampingannya berupa pemberian pelatihan dan diharapkan bisa mengedukasi pesantren lainnya. Pada akhirnya, semua pesantren nantinya berbasis pertanian dan peternakan dengan pola organik,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan KH. Taufik Hasyim memaparkan, hadirnya program Santri Agripreneur di pesantren bisa menjadi spirit untuk menopang kemandirian suatu lembaga. Sehingga, pesantren yang selama ini kental dengan pengetahuan keagamaan bisa memikirkan cara-cara terbaru untuk bisa meningkatkan perannya.

“Yakni, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yang pasti kalau sisi keagamaannya sudah tidak tertandingi. Jadi, santri itu tidak hanya mencari ilmu agama, melainkan menjadi apa saja sesuai dengan bakat yang dimiliki, saya harapkan program ini bisa terus berkelanjutan,” responnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid)  Produksi Pertanian DKPP Pamekasan Achmad Suaidi menyebut, gagasan program Santri Agripreneur sangat luar biasa. Yakni, mampu melahirkan petani muda dari kalangan para santri. Sehingga akan memberikan 2 ribu bibit jeruk, 6 ratus bibit alpukat, 1  ribu bibit pisang dan beberapa hewan ternak sebagai sarana belajar di sektor pertanian dan pangan.

Baca Juga :  Untuk Tangani Kasus Ustaz Yazir, Polres Pamekasan Harus Datangkan Ahli Bahasa

“Mudah-mudahan program ini terus berlanjut, karena cukup selaras dengan visi pemerintah,” harapnya. (*)

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

 Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *