oleh

Luas Lahan Garam Siap Produksi Stagnan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Produksi garam semakin digalakkan. Itu mengingat kebutuhan masyarakat kian meningkat.

Meski demikian, dari tahu ke tahun, luasan lahan garam yang akan diproduksi tidak ada perubahan alias stagnan. Yakni, tetap seluas 913 hektare.

Kepala Dinas Perikanan Pamekasan melalui Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Kawasan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Muzanni menyampaikan, lahan garam yang siap produksi  ditargetkan mampu menghasilkan 125 ton garam perhektare. Menurutnya, pemerintah memprediksi cuaca bagus di tahun ini.

“Lahan garam di Pamekasan ditarget memproduksi garam rakyat 114 ribu ton,” katanya, Selasa (12/3).

Dijelaskan, untuk total keseluruhan produksi garam rakyat ditargetkan 114.125 ribu ton. Target produksi tersebut diyakini bisa tercapai karena cuaca membaik dan cukup dirasa akan semakin baik ke depannya.

Ditambahkan Muzanni, selain bergantung pada cuaca, ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah. Salah satunya, menggelorakan penggunaan geomembran pada meja kristal garam.

“Geomembran dianggap sangat membantu peningkatan produksi garam,” paparnya.

Menurutnya, air tua yang masuk meja kristalisasi dengan bahan plastik itu akan lebih cepat memadat daripada meja tanah. Sehingga, manfaat penggunaan geombembran terus kami sosialisasikan,” jelasnya.

Pemerintah juga menyuarakan pemanfaatan lahan garam terintegrasi. Program tersebut diharapkan meningkatkan jumlah produksi kandungan Natrium Clorida (NaCl).

“Lahan terintegrasi menjadi program unggulan kami,” tuturnya.

Pemerintah tidak memberi bantuan geomembran kepada para petani. Tetapi, hanya membina dan sosialisasi mengenai manfaat penggunaan bahan material geosintetik yang berfungsi sebagai lapis kedap air.

Sementara itu, Ketua Ketua  Komisi II DPRD Pamekasan Apik mengutarakan, produksi garam saat ini dianggap baik, sebab cuaca  juga mendukung.

Meski produksi baik, petani garam belum bisa meraup untung secara fantastis serta maksimal. Sebab, harga jual kristal putih rendah. Pemerintah seharusnya tidak hanya mengontrol produksi. Tetapi, juga menyeimbangkan harga.

Apik berharap pemerintah selalu memastikan tidak ada permainan harga dari pihak mana pun. Badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengelolaan garam juga harus benar-benar hadir membantu petani garam. Apalagi, garam yang berasal dari Madura.

“Di tahun 2019 ini harus ditingkatkan kembali dan semoga cuaca lebih baik,” pungkasnya. (km45/nam)

Komentar

News Feed