Luas Lahan Pertanian di Pamekasan Berpotensi Minus

News34 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Penyusunan jumlah kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2024 dengan sistem rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) sedang berlangsung. Tujuannya, untuk mengetahui jumlah kebutuhan pupuk bersubsidi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Andi Ali Sahbana, Minggu (3/12/2023).

Menurutnya, untuk menentukan jumlah kebutuhan dalam setahun harus melalui verifikasi dan validasi (verval) secara administrasi. Sesuai tahapan, verval administrasi melibatkan seluruh tim di tingkat kecamatan. Masing-masing dua petugas setiap kecamatan. Target waktu verval administrasi hingga akhir bulan Desember ini.

Baca Juga:  Mayoritas Masyarakat Puas dengan Kinerja Bupati dan Wabup Sumenep

“Makanya, sampai detik ini kami mulai proses penyusunan RDKK, setelah selesai kami ajukan ke pemerintah pusat mengenai kebutuhan pupuk sesuai RDKK dalam setahun,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Pihaknya menuturkan, jatah pupuk bersubsidi bisa bertambah maupun berkurang. Sebab disesuaikan dengan kebutuhan kelompok petani (poktan). Secara umum, ketersediaan pupuk subsidi tahun ini belum mencukupi kebutuhan para petani. Sehingga perlu adanya rapat koordinasi antar tim sebelum pengajuan.

“Kalau dilihat dari potensi luas lahan tahun 2024 berkurang. Karena ada lahan pertanian di berbagai desa tidak lagi dikelola. Tapi, kami akan menambah alokasi, minimal mempertahankan peroleh pupuk seperti tahun ini,” tuturnya.

Baca Juga:  Mayoritas UKM Perikanan di Pamekasan Tidak Urus Standarisasi

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *