Lurah Termuda di Jatim Wadahi Masyarakat Bugih dengan Wisata Kuliner

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) VISIONER: Andi Ali Syahbana, mantan ajudan bupati yang menjadi lurah di usia muda.

KABARMADURA.ID – Di usianya yang masih 27 tahun, pria bernama lengkap Andi Ali Syahbana ini merupakan lurah termuda di Jawa Timur. Meski usianya masih terbilang belia untuk standar tokoh publik, namun dia memiliki rancangan masa depan yang cerah untuk Kelurahan Bugih.

ALI WAFA, Pamekasan

Bacaan Lainnya

Bapak satu anak ini merupakan putra daerah Pamekasan yang memiliki nasib cukup gemilang dibanding orang-orang seusianya. Pasalnya, saat usianya masih 26 tahun, dia sudah mendapat kepercayaan untuk memimpin kelurahan Bugih. Pria yang akrab dipanggil Andi ini telah menjadi lurah selama setahun.

Sebagai lurah muda, lulusan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor pada tahun 2015 itu dituntut berpikir keras dan visioner. Pasalnya, Bugih merupakan salah satu kelurahan dari 11 kelurahan di Pamekasan dengan wilayah paling luas dan populasi masyarakat paling banyak yaitu sekitar 14 ribu jiwa.

Tidak hanya itu, Bugih merupakan daerah dengan dinamika yang cukup kompleks. Di dalamnya terdapat tiga kultur masyarakat: kultur kota, setengah desa, dan kultur desa. Dia harus bijak setiap mengambil keputusan dan cerdas memanfaatkan setiap peluang. Hasilnya, pria kelahiran Desa Banyubulu itu mampu menemukan dan mengembangkan potensi lokal yang ada.

“Ini amanah besar yang tidak boleh dianggap enteng. Saya dituntut berpikir keras dan bekerja keras untuk membenahi Bugih,” ucap alumnus MAN 1 Pamekasan itu.

Beberapa potensi lokal yang ditemukannya yaitu teh herbal daun kelor yang sulit ditemukan di daerah lain. Di sana juga ada pengrajin alat musik rebana berbahan kulit sapi yang diproduksi secara manual. Kerupuk tulang lele juga menjadi salah satu potensi andalannya. Bahkan meski jauh dari pantai, masyarakat Bugih juga dikenal dengan bisnis ikan asap.

Semua potensi itu disambut baik olehnya. Bahkan, dia telah membangun taman B.Walk yang rencananya sebagai pusat jajanan serba ada (pujasera) khas Kelurahan Bugih. Tempat wisata kuliner tersebut dibangun di atas lahan seluas 1 hektar. Seluruh potensi ekonomi masyarakat Bugih akan diwadahi dengan taman bermodel food court itu.

Saat ini pihaknya sedang membidik mitra kerja sama dari pihak swasta untuk berinvestasi dari mengembangkan taman B.Walk. Dengan wisata kuliner tersebut mantan ajudan bupati Pamekasan itu yakin potensi lokal Kelurahan Bugih akan berkembang dan ekonomi masyarakat Bugih akan terus meningkat.

“Saya yakin, dengan B.Walk ini warga Bugih bisa terwadahi. Orientasinya bagaimana warga Bugih bisa mengembangkan potensi mereka dan memperbaiki ekonominya,” tutur alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet tersebut. (maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *