Luruskan Informasi tentang PMK, 18 Camat di Bangkalan Dipanggil

(KM/HELMI YAHYA) TERBATAS: Pemkab Bangkalan mulai mengedukasi masyarakat melalui mamat dan kepala desa mengenai wabah PMK yang menjangkiti Sapi dan Kambing.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Bangkalan sudah terdeteksi sebanyak 5 kasus. Sedangkan jumlah kasus yang diduga aktif sebanyak 37 kasus. Meski begitu, masyarakat belum mengetahui betul informasi yang benar mengenai wabah tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan  Ali Makki mengaku telah memanggil seluruh camat di Bangkalan. Hal tersebut dilakukan setelah menerima perintah bupati Bangkalan seusai memantau pasar hewan dan mengetahui masyarakat yang belum mengetahui wabah PMK tersebut.

Semua camat dipanggil untuk tujuan pemberian informasi tentang PMK dan menyosialisasikan kepada masyarakatnya.  Kemudian mereka segera melakukan sosialisasi terstruktur kepada para kepala desa dan dilanjutkan ke kepala dusun. Sehingga informasi bisa segera sampai kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kami menerima perintah bupati Bangkalan, karena beliau mengetahui banyak masyarakat yang tidak tahu tentang adanya PMK, “ katanya.

Sosialisasi yang disampaikan tidak hanya tentang informasi PMK, tetapi berkaitan dengan penularan, risiko, langkah pencegahan, dan juga efek bahayanya.

Disampaikan juga bahwa wabah tersebut hanya dapat menular dengan sesama hewan itu.

Dengan sosialisasi itu, tegas Ali, bupati ingin masyarakat mengantisipasi dengan menjaga ternaknya agar tidak sembarangan membawa ke pasar hewan. Sehingga bisa melakukan langkah pencegahan dan juga tidak sampai terpapar kasus aktif.

“Bupati ingin agar semua masyarakat tahu, sehingga mereka juga bisa membantu pencegahannya,” ulas dia.

Sedangkan mengenai konsumsi daging hewan yang terinfeksi PMK masih diperbolehkan. Sebab tidak ada efek menular yang akan terjadi. Sedangkan untuk izin penjualan atau pengiriman sapi ke luar daerah, masih akan segera diatur standar dan aturannya.

Di sisi lain, salah seorang peternak di Bangkalan, Badrus Sholeh, mengaku khawatir dan resah. Sebagai peternak kambing dan sapi milenial, dirinya khawatir ternaknya tidak bisa laku terjual, padahal sebentar lagi menjelang hari raya Iduladha.

“Kalau informasi ini tidak segera sampai, kasihan para peternak, mereka akan merugi,” ucapnya.

Dia menginginkan pemerintah juga segera menemukan langkah pengobatan yang bisa  menjaga ternak agar tidak mudah terpapar.

“Kami juga berharap solusi, jangan nanti solusinya ditemukan selesai Iduladha,” harap Badrus.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.