oleh

M. Ridwan Akui Dukungan Keluarga Kunci Menjadi Pemain Profesional

KABARMADURA.ID – Pemain sepak bola profesional tentunya tidak langsung menjadi pemain sesuai dengan apa yang diharapkan. Bahkan yang awalannya sebagai stopper dan striker berubah posisi menjadi penjaga gawang. Hal itu biasa berubah tentunya sudah sesuai dengan skill yang dimiliki para pemain.

Seperti salah satu kiper Madura United, Muhammad Ridwan menyampaikan, bahwa sebelum menjadi kiper profesional, dirinya mengaku  ketika berada di sekolah sepak bola (SSB) di kampung halamannya Tangerang Selatan, saat bermain bola posisinya sebagai back kiri.

“Setelah menjadi back kiri, baru saya mencoba untuk menjadi striker,” ungkapnya pada Kabar Madura, (13/10/2020).

Meski demikian, Muhammad Ridwan pada umur di bawah 13 tahun sering melihat kakaknya yang berstatus sebagai kiper di SSB, akhirnya dia tertarik untuk mencoba sebagai penjaga gawang dan mulai berlatih menjadi kiper.

“Kakak saya waktu itu besiknya sebagai penjaga gawang. Karena saya tertarik dan ingin mencoba, akhirnya saya ikut latihan dengan kakak,” imbuhnya.

Di usianya yang menginjak 13 tahun, pada waktu itu masih kelas 1 sekolah menengah pertama (SMP), Ridwan mulai menekuni dunia kiper. Sehingga bergabung Persita Tangerang. “Jadi kiper Persita Tangerang itu sekitar 6 tahunan, dari junior hingga senior,” tambahnya.

Setelah itu mulai merantau ke beberapa daerah dan bergabung dengan beberapa klub, di antaranya, Tangerang Wolves pada tahun 2010, Bontang FC pada tahun 2011, Persijap Jepara dari tahun 2012 – 2013, Persegres Gresik United dari tahun 2014-2015, Persib Bandung dari tahun 2016 – 2017, Semen Padang FC dari tahun 2017 – 2019, dan menjadi kiper Madura United dari tahun 2019 hingga saat ini.

Bahkan dia telah menorehkan prestasi di Tim Nasional (Timnas)  U-21 dan U-23 di tahun 2012. Peria kelahiran 1991 menyampaikan, semua yang telah didapatkannya hingga menjadi pemain sepak bola profesional dengan posisi penjaga gawang tidak terlepas dari dukungan keluarganya.

Meski awalnya, sebelum masuk ke klub sepakbola Persita Tangerang, dukungan dari orang-orang sekitarnya masih sangat tipis. “Support keluarga mulai ada sejak saya bergabung dengan Persita Tangerang. Hingga sampai saatnya ini keluarga tetap mensupport,” pungkasnya. (km55/ito)

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed