Mad Tumbuk, Vokalis Atraktif At-Taufiq

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) Mad Tumbuk: Vokalis Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq

Kabarmadura.id/Pamekasan-Berprasangka baik kepada Tuhan. Sebab, Tuhan akan berkehendak sebagaimana yang diyakini hambanya. Begitulah prinsip Ahmad Tumbuk dalam mengarungi terjalnya kehidupan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Pria yang memiliki nama asli Ahmad Syamsuri ini merupakan figur yang tampak layak menjadi cermin dalam hidup seorang pejuang. Dirinya yang kini dikenal oleh jutaan manusia sebagai vokalis Majelis Pemuda Bersholawat (MPB) At-Taufiq ini, ternyata memiliki kisah hidup di luar dugaan para penggemarnya.

Siapa yang percaya kalau sebenarnya pelantun lagu Jaga Lima Waktu ini pernah menjalani hidup sebagai seorang pengamen jalanan, berjuang dari terminal ke terminal demi bisa menyambung hidup. Dengan bermodal potensi suara merdu yang dikaruniai Tuhan kepadanya, Mad Tumbuk mengandalkannya untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Bahkan, dirinya mengaku tidak menuntaskan kampusnya, karena terkendala oleh keterbatasan biaya. Mad Tumbuk memilih berhenti kuliah di Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan saat ia semester enam. Sebenarnya ia memiliki keinginan untuk bisa berpendidikan tinggi, tapi saat ini, setelah ia sudah menjadi bintang dan sudah berkecukupan, ia justru tidak memiliki waktu banyak untuk bisa melanjutkan pendidikan.

Dirinya berkeyakinan bahwa cara menyukuri karunia suara merdu yang Tuhan berikan padanya ialah dengan selalu mengasah dan mengembangkan potensi serta bakat yang ia miliki. Dengan begitulah cara pria asal Situbondo ini menyukuri nikMad Tuhan yang ia dapatkan.

“Tapi saya yakin seiring berjalannya waktu, dengan usaha dan didorong oleh kekuatan doa, pada akhirnya saya akan sampai pada saat di mana saya mendapatkan kebahagiaan yang sesuai dengan jerih payah saya. Sebab, bunga teratai yang indah tidak tumbuh dari tempat bersih,” ucapnya.

Dalam dunia tarik suara, selain pernah menjadi pengamen, Mad Tumbuk pernah bergabung dengan sejumlah grup gambus, salah satunya yaitu grup gambus tersohor asal Sampang yaitu Al-Ifroh di bawah manajemen Ustadz Syafiie. Kemudian ia mulai merambah ke sejumlah grup musik lain hingga ia didapuk oleh Pimpinan MPB At-Taufiq KH. Khoiron Zaini sebagai vokalis utama.

Bersama At-Taufiq, Mad Tumbuk semakin terpacu untuk produktif dan selalu berkarya dalam dunia musik religi. Bahkan, sejumlah lagu ciptaannya yang dibawakan bersama At-Taufiq berkali-kali tranding dan viral dinyanyikan oleh kawula muda, terutama di kalangan warga Nahdliyin.

Selain piawai dalam menyanyi, Mad Tumbuk juga pandai dalam menciptakan syair-syair sholawat dan lagu religi lainnya. Bahkan, menurut pengakuannya, sebagian besar lagu-lagu yang dibawakan oleh At-Taufiq merupakan karya ciptanya, baik yang ia nyanyikan sendiri maupun yang dinyanyikan oleh vokalis At-Taufiq lainnya.

Kini, Mad Tumbuk telah menjadi idola dari jutaan masyarakat Indonesia, terutama bagi warga Nahdliyin di wilayah Pulau Garam. Bahkan yang terbaru, tidak lama ini ia merilis satu buah lagu berjudul Kiprah NU yang viral di jagat media sosial. Lagu tersebut menceritakan perjuangan ulama dan santri Nahdlatul Ulama dalam berjuang memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan aransemen musik menggunakan notasi lagu Aisyah istri Rosulullah yang baru-baru ini melengkapi kolom tranding di YouTube dan ramai dibawakan oleh musisi terkenal, lagu Kiprah NU menarik minat penikMad musik tanah air, khususnya warga dan kawula muda Nahdliyin, hingga namanya kini ramai diperbincangkan di sejumlah platform media sosial.

Kini Mad Tumbuk sedang fokus merawat ketajaman rohaninya untuk medekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ia berusaha hijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sebab menurutnya, sepanjang jalan hidupnya ia merasa sudah sangat jauh melanglang buana, hingga ia merasa bahwa dirinya kini telah berada pada titik di mana harus menyisihkan waktu merajut hubungan romantisme dengan Tuhannya.

“Saya sangat bersyukur, berkat barokah dari para guru dan muassis serta ulama NU, saya tidak kurang mendapatkan nikMad dari Allah. Kini saya mau berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di Mada Allah. Semoga niat tulus saya ini diridlai oleh-Nya,” pungkasnya. (nam)

BalasTeruskan

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *