oleh

Madrasah Ditarget Penuhi Nilai UNBK 6,0

Kabarmadura.id/SAMPANG-Sejauh ini, perolehan nilai rata-rata ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat madrasah aliyah (MA) masih rendah. Bahkan menempati posisi terendah di Jawa Timur. Hal itu membuat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang mulai gerah. Tahun ini memasang target lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, nilai UNBK tingat MA negeri dan swasta di Kabupaten Sampang, rata-rata hanya 5,2.  Kemenag Sampang tahun ini memasang minimal harus 6,0. Akibatnya, semua lembaga pendidikan diminta menambah jam belajar untuk empat mata pelajaran yang diujikan.

Data Kemenag Sampang menunjukkan, sebanyak 86 lembaga MA negeri dan swasta yang melenggrakan UNBK. Dari jumlah itu, yang menyelenggarakan UNBK mandiri sebanyak 72, dan yang menggabung sebanyak 14 lembaga pendidikan. Total jumlah pesertanya mencapai 3.395 jiwa.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Sampang Mawardi mengakui, nilai UNBK MA masih terendah dibandingkan dengan kabupaten yang lain di Provinsi Jawa Timur (Prov Jatim). Untuk mengatasinya, lembaga pendidikan dituntut bisa memenuhi terget yang telah ditetapkan.

Sejak awal tahun ajaran baru, Kemenag Sampang sudah meminta semua lembaga untuk menambah jam mata pelajaran (mapel) UNBK, rutin mengadakan try out dan menambah sarana prasarana. UNBK MA sudah dimulai tanggal 1, 2, 4 dan 8 April 2019 mendatang.

“Tahun ini, nilai UNBK MA ditarget 6,0. Kami harap semua lembaga bisa memenuhi target, karena selama ini nilainya masih terendah,” ucap Mawardi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/4).

Ia menjelaskan, mata pelajaran UN yang nilainya tetap terendah adalah Bahasa Inggris, sedangkan mata pelajaran yang lain, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan mata pelajaran khusus sesuai jurusannya, relatif sudah bagus.

Lanjut Mawardi, sekolah yang tidak dapat memenuhi target nilai minimal UNBK tahun ini, nantinya akan mendapat pembinaan khusus, menjadi catatan tersendiri. Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena lembaga pendidikan madrasah merupakan kewenangan yayasan.

“Kami hanya memberikan teguran dan pembinaan khusus, soal sanksi kami tidak berwenang. Kami meminta semua lembaga harus memenuhi target nilai yang telah ditetapkan,” kelitnya.

“Kami berharap tahun ini nilai UNBK madrasah lebih baik, minimal sesuai target, karena mayoritas lembaga sudah menambah jam mata pelajaran dan rutin mengadakan try out,”pungkas Mawardi. (sub/waw)

Komentar

News Feed