Madrasah Memanggil, PWI Siap Terjun Berbagi Pengetahuan Jurnalistik

Uncategorized18 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Diluncurkannya program Madrasah Memanggil, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menegaskan turut mengambil peran dalam program tersebut. Dalam praktiknya, PWI akan berbagi ilmu tentang jurnalistik untuk siswa maupun para pengelola lembaga pendidikan madrasah.

 

Menurut Ketua PWI Pamekasan Tabri, keterlibatan PWI dalam program Madarasah Memanggil sebagai wujud syiar dalam mendorong peningkatan mutu madrasah. Sebagai organisasi profesi wartawan, PWI akan turut serta memberikan edukasi secara komprehensif tentang jurnalistik kepada siswa dan guru.

 

Baginya, pengetahuan tentang jurnalistik tidak melulu sebagai bekal menjadi seorang jurnalis. Di era kekinian, di mana begitu banyak bertebaran informasi di berbagai media, baik media arus utama maupun media sosial. Kondisi itu memunculkan fenomena berita hoaks atau bohong.

 

Hoaks tersebut tampil seolah realistis, sehingga membuat pembacanya mudah terpengaruh. Supaya bisa terhindar dari hoaks tersebut, menurut Tabri, pengetahuan jurnalistik harus dimiliki masyarakat.

Baca Juga :  Malam Kemilau Madura Hari Jadi Pamekasan ke-492 Menjadi Pemersatu Empat Kabupaten

 

Dalam praktiknya nanti, tegas wartawan Kabar Madura ini, para anggota PWI akan diterjukan kepada setiap madrasah untuk berbagi pengetahuan tentang jurnalistik.

 

“PWI harus datang menjemput dan mengantarkan, jadi harus bergerak,” kata dia saat hadir dalam peluncuran Madrasah Memanggil di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, Senin (7/11/2022).

 

Selain bekerja sama dengan PWI Pamekasan, program yang diprakarsai Pengurus Wilayah (PW) Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur itu juga menggandeng Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Kamar Dagang (Kadin) Pamekasan, dan Polres Pamekasan.

 

Menurut Tabri, keterlibatan beberapa lembaga dalam Madrasah Memanggil diibaratkan sebagai bagian dari formasi dalam permainan sepak bola, 1-4-4-2. Dalam formasi ini, PWI, PGMN, KADIN, serta kelompok intelektual organik lainnya adalah posisi gelandang tengah.

 

Sedangkan di posisi satu, atau penjaga gawang, adalah rakyat. Kemudian empat pemain bertahan adalah barisan TNI dan Polri yang menjaga ketahanan dan keamanan negara.

Baca Juga :  Pupuk ZA di Pamekasan Tembus Rp450 Ribu Per Sak

 

“Yang berada di posisi tengah harus bergerak aktif, untuk bisa mensuplai ke striker untuk bisa memasukkan berbagai ide dan gagasan. Siapa strikernya, yaitu jiwa dan raga kita untuk membangun bangsa ini, posisi kita adalah gelandang, harus datang menjemput, kemudian harus mengantarkan,” ulas wartawan sport Kabar Madura ini.

 

Sementara itu, Ketua PW PGMNI Jawa Timur Moh. Ali Muhsin, peranan berbagai pihak yang ikut berpartisipasi dalam mewujudkan program Madrasah Memanggil sangat berharga baginya. Sebab, selama ini madrasah masih dipandang sebelah mata kontribusinya kepada negara. Padahal madrasah sudah mendidik bangsa ini sebelum era kemerdekaan.

 

“Madrasah memanggil ke depan tidak hanya di level Jawa Timur, akan tetapi para relawan yang tergabung akan dikirim ke berbagai provinsi di Indonesia,” tegasnya.

 

Secara teknis, mekanisme pendelegasian para relawan sedang dispersiapkannya. Yang jelas, kata Muhsin, para relawan tidak akan diberikan honor, karena tugasnya murni pengabdian.

Baca Juga :  Tambahan Kuota PBID di Pamekasan Telan Rp4 Miliar

 

Untuk saat ini, terdapat sekitar 50 madrasah yang terdata dari empat kabupaten Madura yang sudah siap menerima para relawan tersebut. Bahkan sudah ada sekitar 100 orang yang mendaftar secara online dan offline sebagai relawan yang ingin berbagi ilmu.

 

Relawan yang sudah mendaftar itu berasal dari beragam profesi, mulai guru, dosen, pengusaha, jurnalis, dan anggota kepolisian. Mereka menyatakan siap mengabdi.

 

“Pendidikan itu tidak hanya menjadi tugas pemerintah, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab dari masyarakat, karenanya PGMNI Jatim hadir dalam rangka juga ikut andil untuk memberikan peran untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.

 

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *