oleh

Madura Idea Foundation, Mengabdi Tanpa Batas untuk Madura

Kabarmadura.id/Pamekasan-Madura Idea Foundation (MIF) merupakan komunitas yang giat melakukan gerakan sosial. Didirikan oleh Moh Fudholi dan Nova Haryanto pada tahun 2015 lalu, MIF telah banyak memberikan perhatian serta dedikasinya untuk masyarakat Madura.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Lahir dengan slogan berjuang tanpa lelah, mengabdi tanpa batas, MIF telah berdiri di empat kabupaten di Madura, yaitu Bangkalan Idea, Sampang Idea, Pamekasan Idea dan Sumenep Idea. Kini, MIF telah mendirikan Idea Tapal Kuda di Lumajang, Jember, Bondowoso dan Probolinggo.

“Banyak teman-teman pergerakan yang tergabung, mereka adalah orang-orang yang mempunyai jiwa sosial tinggi dari berbagai universitas di Indonesia,” ungkapnya Fudholi.

“Putra-putri Madura yang akhirnya pulang bersatu untuk membangun Madura. Saya bersyukur punya mereka, karena MIF besar atas jerih payah mereka,” imbuhnya.

Sedikitnya, 28 ribu paket sembako telah MIF salurkan untuk masyarakat Madura yang tergolong miskin. MIF juga memberikan 30 unit kursi roda untuk masyarakat Madura penyandang disabilitas. Termasuk, 300 kacamata baca juga MIF berikan untuk para lansia di Madura.

Tidak hanya itu, 600 santunan bagi anak yatim juga dilakukan, santunan yang diberikan berupa uang tunai, sepeda untuk sekolah, tas sekolah, buku dan seragam. MIF juga giat mendorong perekonomian masyarakat Madura dengan ikut mendampingi serta mengembangkan UMKM.

Saat ini, MIF telah memiliki dua unit mobil ambulans untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga Madura tidak mampu. Intensitas perjalanan ambulans juga terlihat nyata, seperti ikut membantu kepulangan jenazah TKI asal Madura.

Kepulangan jenazah tersebut di Wilayah Madura didominasi oleh masyarakat kepulauan Sumenep. Sementara untuk wilayah Pamekasan mayoritas dari daerah pantai utara (pantura), pada tahun 2020 ini MIF menargetkan menambah dua unit mobil ambulans lagi untuk menambah pelayanan.

“Melihat susahnya akses untuk masyarakat kepulauan di Sumenep, MIF berkeinginan memiliki ambulans laut, agar dapat membantu masyarakat kepulauan saat membutuhkan layanan kesehatan. Sebab sejauh ini, butuh waktu berjam-jam saat mengantar jenazah ke daerah Kepulauan Sumenep menggunakan kapal domestik,” Ulas Fudholi. (bri/waw)

 

Komentar

News Feed