oleh

Madura United Andalkan Kolektivitas di Laga Hidup Mati

Kabarmadura.id-Pertandingan terahhir Madura United di babak penyisihan Piala Presiden grup D akan menghadapi Borneo FC. Pada pertandingan tersebut, skuad yang  bernama alias   Laskar Sape Kerrab  harus menjalani pertandingan hidup mati untuk bisa lolos ke babak 8 besar.

Perjuangan  Samet Nurcahyo dan kawan-kawan juga makin berat seiring dengan  berkurangnya sebanyak 7 pemain pada pertandingan tersebut.

“Kami akan bermain  dengan mengeluarkan seluruh kemampuan yang kami miliki.  Kami tidak ingin keikutsertaan kami di Piala Presiden tahun ini selesai hanya di babak penyisihan,” tegas Slamet Nurcahyo, kapten tim Madura United selama pelaksanaan Piala Presiden.

Di antara para pemain yang  harus absen, adalah gelandang bertahan Asep  Berlian. Terhadap absennya pemain  asal Bogor tersebut, Dejan Antonic mengungkapkan bisa memaksimalkan peran Guntur Ariyadi atau  Dane Milovanovic untuk menjalankan peran  di posisi gelandang bertahan Madura United.

“Kita punya Guntur, ada Dane dan juga beberapa pemain lainnya. Karena menjalani pertandingan adalah pertandingan kolektif dan kolektifitas  itulah adalah hidup mati pada pertandingan   terakhir besok. Kami sudah sepakat untuk berusaha semaksimal mungkin,” urai Dejan Antonic, menguraikan berbagai kemungkinan komposisi pemain di lini tengah yang akan diturunkannya setelah Asep Berlian dan Zulfiandi dipastikan tidak bermain pada pertandingan melawan Borneo FC nanti.

Terhadap kemungkinan untuk dimainkan, Guntur Ariyadi yang sempat mendapatkan posisi vital sebagai stopper dalam beberapa pertandingan Madura United  tahun 2018 lalu, mengungkapkan bahwa  dirinyanya sangat siap jika memang pelatih  memasukkan di bagian skenario permainan nantinya.

“Kapan pun saya siap untuk bermain sepanjang saya tidak cedera dan sakit.  Besok bagi kami adalah pertandingan yang sangat penting untuk  lolos ke babak 8 besar. Sebagai pemain, kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk merebut posisi lolos ke babak 8 besar,”  ucap pemain kelahiran Banyuwangi tersebut.

Diakuinya,  grup D adalah yang paling berat dari sisi persaingan.  Hingga kini, dari 4 tim peserta ketiga tim sama-sama memiliki peluang untuk lolos ke babak 8 besar. Selain itu, diungkapkan Guntur, meski Borneo FC sudah pasti tidak lolos,  tim asal Kalimantan Timur tersebut harus diwaspadai dari sisi motivasi  besar mereka untuk mendapatkan bekal kemenangan di babak  penyisihan.

“Tidak ada alasan untuk menganggap mudah setiap pertandingan di Piala Presiden. Kami sedang sangat fokus mempersiapkan pertandingan besok. Dukungan dan doa dari warga Madura juga sangat penting bagi kami besok,” pungkas Guntur. (bri/waw)

 

Komentar

News Feed