Madura United Berburu Stoper Asing

  • Whatsapp

Kabarmadura.id-Sudah menantongi dua pemain asing, yakni Daen Milovanovic dan Zah Rahan Krangar, Madura United masih  bisa menambah dua pemain asing lagi sesuai dengan regulasi penggunaan asing di Kompetisi Liga 1. Dua  slot pemain asing yang masih lowong tersebut, diakui Manajer Madura United, Haruna Soemitro akan dioptimalkan pada pemain berposisi stopper dan striker.

“Ya, untuk stopper dan striker kita  sedang jalin komunikasi dengan pemain asing. Kita akan manfaatkan slot 4 pemain asing tersebut dan saat ini sudah 2 pemain asing yang resmi jalin kontrak,” ucap Haruna.

Perburuan pemain asing di posisi stopper, diakui Haruna bukan tertuju pada Fabiano Beltrame. Sebabnya, untuk pemain yang sudah tiga musim membela Madura United tersebut,  memang tetap menjadi opsi untuk  tetap  dipertahankan di Madura United. Namun, Fabiano  diplot sebagai pemain  local karena saat ini sedang proses naturalisasi untuk menjadi WNI.

Untuk posisi calon pemain asing  berposisi stopper, Haruna menegaskan bahwa  Madura United juga memasang opsi sama dengan pemain yang berposisi striker. Yakni,  sudah pengalaman dalam menjalani kompetisi sepakbola Indonesia di musim ini.

“Pengalaman bermain di kompetisi sepakbola Indonesia, sangat penting karena kondisi sepakbola di Indonesia berbeda dengan Negara lain, utamanya dari sisi geografis. Kita tidak ingin pemain merasa kaget dan tiba-tiba sulit beradaptasi dengan cepat dengan perubahan daerah-daerah tempat pertandingan,” ulas Haruna.

Kompetisi tertinggi sepakbola di Indonesia memang hanya diikuti sebanyak 18 tim. Namun, semua klub peserta tersebar di seluruh Indonesia. Para pemain dituntut untuk bisa beradaptasi cepat dengan perubahan kondisi di masing-masing daerah. Apalagi,  dalam  perpindahan  tersebut hanya memiliki waktu maksimal 4 hari untuk melakukan penyesuaian.

“Perbedaan waktu antara di Madura dengan di Papua sampai 2 jam. Perbedaan waktu tersebut juga akan mengubah   pola istirahat, pola makan dan tidur. Kita beberapa kali mendapatkan kenyataan jika pemain sempat  tidak  sarapan karena perbedaan waktu tersebut. Karena selama di Madura mereka biasa sarapan jam 9, sementara saat berada di Papua jam 9 disini sudah jam 11 disana dan  makan pagi sudah close. Hal seperti ini juga menjadi bahasan di Madura United,” ulas Ziaul Haq, Deirektur PT PBMB  sambil  menegaskan jika pilihan pemain asing harus pengalaman  di kompetisi sepakbola Indonesia juga penting. (bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *