oleh

Madura United Desak PSSI dan LIB Tengahi Tanggungan Klub

KABARMADURA.ID – Surat Keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) nomor 2285/AGB/417/X-2020 kepada semua kontestan Liga 1 2020 membuat klub gelisah, termasuk Madura United.

Surat yang menginformasikan soal penundaan kompetisi ke awal tahun depan membuat klub dilema. Kata Direktur PT. Polana Bola Madura Bersatu (PT. PBMB) Zia Ulhaq, kekecewaan itu tidak terlepas dari timnya yang sudah bersiap sungguh-sungguh untuk memulai kompetisi.

Madura United telah berlatih sejak Bulan Agustus guna menatap rencana bergulirnya kompetisi di Bulan Oktober. Bahkan, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu telah menggelontorkan banyak anggaran untuk biaya tes swab sebelum memulai latihan yang meliputi pemain, official, pelatih, dan sebagainya.

Selain biaya tersebut, Madura United uga menggelontorkan dana untuk menghidupkan tim yang berlatih hingga akhir Bulan Oktober kemarin.

Selanjutnya, pria yang familiar disapa Habib itu menceritakan, klub juga memiliki tanggungan terhadap pemain, official, dan jajaran pelatih di tengah ketidakjelasannya kompetisi.

Dirut PT. PBMB itu menjelaskan, tanggungan tersebut terjadi seiring dengan Surat Keputusan PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020 yang juga mengatur renegosiasi kontrak hingga Bulan Februari 2021.

“Memohon atau meminta kepada PSSI atau PT. LIB sebagai operator agar bisa menengahi dan bertanggung jawab atas tanggungan klub ke depan,” ucap Habib kepada Kabar Madura, Senin (2/11/2020).

Selain itu, pria asal Kabupaten Pamekasan itu menceritakan, pihaknya saat mengikuti manager meeting di Yogyakarta, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan telah mewajibkan PT. LIB memenuhi hak klub.

“Itu yang menjadi jaminan. Jadi, kami yakin untuk serius, namun sekuler terkait subsidi itu yang belum. Kami tunggu kontribusi finansial dari PSSI dan PT. LIB terhadap semua klub. Karena kami juga tidak tahu, sampai kapan kami harus melakukan penggajian ini,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed