Madura United Hadirkan Grha Voice of Madura untuk Mengedukasi

News, Headline125 views

KABARMADURA.ID | Presiden Kelompok Usaha Produktif (KUP) Pojur Prof. Dr. Achsanul Qosasi meresmikan Grha Voice of Madura, kantor baru dari Kabar Madura (KM) Group, yang meliputi tiga platform media masa, yakni Kabar Madura, K-TV, dan Media Jatim, Minggu (19/3/2023).

Peresmian kantor di Jalan Raya Panglegur KM. 1 No. 10 Tlnakan, Pamekasan, tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh figur yang biasa disapa Prof. AQ tersebut.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Sebelum diresmikan, Guru Besar Kehormatan Universitas Airlangga Surabaya ini juga memberikan ulasan mengenai pesan yang akan disampaikan dengan didirikannya Grha Voice of Madura. Menurutnya, dari gedung tersebut, akan menjadi penunjang dalam mewujudkan tujuannya membangun Madura, yakni memastikan pesan tersampaikan dengan baik. 

Baca Juga:  Harus Masuk Meja Operasi, Fullback Andalan Madura United Harus Menepi

Dijelaskannya, dari Grha itu akan menjadi corong bagi KM Group untuk menyebarkan informasi. Dia juga menekankan agar informasi yang disampaikan edukatif.

“Hari ini adalah bagian dari delever message dengan diresmikannya Grha Voice of Madura. Ini bagian dari pendidikan. Pendidikan melalui informasi,” jelasnya.

Selain Grha Voice of Madura, hal yang sama juga dilakukan Prof AQ melalui Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. Kampus yang bagian dari Kelompok Usaha Produktif (KUP) Pojur tersebut,  dijadikan sebagai penyampai pesan untuk pendidikan karakter. Sedangkan Madura United, klub sepak bola yang juga bagian dari KUP Pojur, juga dijadikan untuk pendidikan sosial.

Baca Juga:  Madura United Kalah Lawan Persis Solo 3-2, Dutra: Wasit Bikin Banyak Masalah!

“Pendidikan karakternya ada UNIBA Madura, pendidikan sosialnya ada Madura United,” tambahnya.

Prof. AQ juga berpesan kepada Direktur Utama (Dirut) KM Group Hairul Anam agar penyampaian pesan dilakukan dengan mengacu terhadap dua hal. Pertama, tidak pelit memberi pujian jika informasi yang didapatkan sesuai dengan fakta. Namun tetap memberikan kritik konstruktif.

Kritik yang dimaksud, juga harus disampaikan dengan baik dan pantas. Menurutnya, harus menghindari penyampaian kritik dengan cara buruk seperti makian, karena bisa berujung menjadi fitnah. Sedangkan fitnah justru akan menimbulkan kerusakan. 

“Yang bagus kalian puji, yang jelek kalian kritisi,” tegas pria asal Sumenep itu. 

Pewarta: Syahid Mujtahidy

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *