Madura United Hanya Butuh Cleansheet untuk Lolos

  • Whatsapp
Pertandingan leg pertama Persebaya Surabaya vs Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, 19/6/2019.

Kabarmadura.id-Hitungan di atas kertas, Madura United bakal lebih diuntungkan daripada Persebaya Surabaya untuk lolos ke semifinal Piala Indonesia. Hitungan tersebut tidak lepas dari hasil pada pertandingan Leg pertama lalu yang berhasil menahan imbang Persebaya dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Satu kaki Madura United yang sudah berada di garis semifinal Piala Indonesia, bisa  didapatkan seutuhnya jika pada pertandingan yang akan berlangsung besok sore di Stadion Gelora Madura, Greg Nwokolo dan kawan-kawan  berhasil menjaga gawangnya tidak kebobolan.

Ya, Madura United hanya utuh gawangnya tidak kebobolan selama 90 menit  pertandingan. Kalaupun harus kebobolan,  praktis Madura United harus bisa keluar sebagai pemenang pada pertandingan tersebut untuk betul-betul bisa lolos ke babak semifinal Piala Indonesia.

Namun, hitungan di atas kertas tersebut bukanlah perkara mudah untuk direalisasikan.  Bola bundar  adalah filosofi  pertandingan sepakbola yang diakui Dejan Antonic harus diingat para pemainnya agar fokus.

“Hasil kemarin kita abaikan bahwa kita sudah memiliki keunggulan menahan imbang mereka. Karena kemenangan adalah terpenting untuk meloloskan Madura United ke Semifinal. Jangan sampai kesempatan besar ini runtuh,” tegas Dejan Antonic kepada para pemainnya.

Tensi pertandingan yang tinggi dan beban moral yang diemban Madura United  saat ini dalam teanan seiring dengan ekspektasi tinggi, ditegaskan Dejan jangan sampai menjadikan pemainnya tertekan.

“Semua pemain harus merasakan enjoy dan menikmati pertandingan. Dukungan moral agar kami betul-betul menjadi tuan rumah sangat penting bagi kami pada pertandingan besok. Jadikan para pemain memiliki kebanggaan dengan kehadiran supporter berloreng merah putih di Stadion,” ucap Dejan Antonic  tentang harapannya terhadap  pertandingan penentuan di babak 8 besar Piala Indonesia.

Kendati hanya membutuhkan hasil tidak kebobolan, diakui Dejan, bukan berarti para pemainnya bakal tampil dengan stategi bertahan. Sebab, dia berpandangan menyerang merupakan pertahanan terbaik.

“Saya sudah bilang ke Coach Kuarni Sandy (Pelatih Penjaga Gawang) utnuk kerja keras lagi di latihan. Satu lagi, kami menguatkan pertahaann bukan untuk bertahan, saya sellau bicara dnegan anak-anak untuk menyerang, sebab bola di pertahanan itu berbahaya,” sambungnya.

Sementara Kurnia Sandy selaku taktikle kiper tim ini mengaku akan lebih melatih anak asuhnya dari hasil analisisi gol-gol dari Ruen Sanadi dan kawan-kawan. Sebab, dia mengatakan setiap klub memiliki cara tersendiri untuk mencetak gol.

“Kami sudah pelajari gol-gol dari Persebaya (Surabaya). Nanti latihannya tergantung bagaimana Persebaya menyerang, itu akan lebih efektif untuk menguatkan pertahanan terutama palang pntu terakhir ini,” pungkasnya. (idy/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *