Madura United: Mesti Belajar dari Wabah Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOK) PETIK HIKMAH: Fullback Madura United Rendika Rama belajar dari tiada kompetisi hampir setahun setengah.

KABARMADURA.ID – Kompetisi Liga 1 sudah lama vakum, sekitar setahun setengah. Itu berawal dari merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020. Alhasil, kompetisi domestik tertinggi Indonesia kala itu yang sudah berjalan tiga pekan akhirnya dihentikan.

Proses kelanjutan Liga 1 202 yang masih meyisakan 31 pekan itu tidak kunjung sukses, yang akhirnya keputusannya dihentikan total.

Bacaan Lainnya

Hal senada terulang dalam rencana gelaran Liga 1 2021-2022 yang terpaksa ditunda. Alasannya, kasus Covid-19 melonjak dan pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Sejauh ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) belum memberikan kepastian terkait kick-off Liga 1 musim ini.

Lantaran begitu, fullback Madura United Andik Rendika Rama mengajak semua atlet sepak bola belajar terhadap dampak dari wabah tersebut.

Sebagai pesepakbola yang tergantung terhadap kompetisi, bel sayap asal Gresik ini meyarankan agar memiliki udaha sampingan. Tujuannya, ketika tiada kompetisi atau tidak memiliki klub masih bisa mendapatkan penghasilan.

“Covid-19 ini mengajari saya agar punya usaha sampingan. Soalnya, kami tergantung sama kompetisi dan punya klub. Kami hanya berusaha, tapi Tuhan yang menentukan,”ujarnya kepada Kabar Madura, Minggu (25/7/2021).

Di Madura United, tidak sedikit pemain yang sudah memiliki usaha sampimg. Sebut saja, Kapten tim Fachrudin WAryanto punya usaha indekos, Guntur Ariyadi memiliki kafe dan butik, serta pemain yang lainnya juga punya usaha sampingan. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *