oleh

Madura United Minta Perjelas Penghapusan Degradasi

Kabarmadura.id-Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memang sudah menerbitkan Surat Keputusan Nomor SKEP/53/VI/2020. Itu soal kepastian kompetisi Liga 1 2020 bakal dilanjutkan Bulan Oktober depan.

Sebelumnya, PSSI menjelaskan, pelaksanaan kompetisi di tengah wabah Covid-19 bakal berbeda. Seperti halnya, rencana kompetisi tanpa degradasi, namun tetap menerapkan sistem promosi. Tak ayal, kompetisi domestik tertinggi Indonesia musim selanjutnya bakal berjumlah 20 tim.

Direktur Utama (Drut) PT. Polana Bola Madura Bersatu (PT. PBMB) Zia Ulhaq mengaku, masih belum mengetahui kejelasan dari kompetisi tanpa degradasi itu.

Lebih lanjut, pria yang familiar disapa Habib itu juga mempertanyakan sistem dengan 20 klub untuk musim selanjutnya bakal pakem atau bakal kembali berubah ke 18 klub untuk Liga 1.

“Saya masih tidak tahu, yang dikatakan tanpa degradasi lalu ada promosi dua klub itu bagaimana. 20 tim itu, masih tetap untuk musim-musim selanjutnya atau bagaimana? Atau mau kembali ke 18 lagi hanya karena Covid-19 saja yang akan menjadi 20 klub nantinya,” ucapnya kepada Kabar Madura, Kamis (2/6/2020) pagi.

Dalam analisa Dirut PT. PBMB, ketika PSSI bakal kembali mengubah ke 18 klub bakal menimbulkan masalah yang besar. Sebab, musim depan bakal terdapat dobel degradasi, yakni 5 klub akan turun kasta dari Liga 1 ke Liga 2.

Sementara, Liga 2 hanya mempromosikan tiga klub ke Liga 1 untuk melengkapi kuota sebanyak 18 klub.

“Ini lagi yang bisa menjadi masalah. Kalau memang akan berubah ke 18, berarti akan ada 5 tim terdegradasi. Ini masalah besar bagi klub, apakah klub-klub akan setuju? Ini tidak akan sehat,” sambungnya.

Selain itu, Habib menjelaskan, perubahan dari 18 klub ke 20 harus dilakukan di kongres PSSI yang juga dihadiri kontestan Liga 1.

Serta, dia berpendapat, sistem kompetisi tanpa degradasi, sejatinya tidak memunculkan pemenang.

“Tapi, ini ketentuan untuk 20 klub harus di kongres. Ingat juga, kalau tidak ada degradasi harusnya tidak ada juara dong,” tandasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed