oleh

Madura United Pantang Kibarkan Bendera Putih

KABARMADURA.ID – Aktivitas kompetisi Liga 1 2020 hanya berlangsung hingga pertengahan Maret. Setelah itu, harus vakum hingga sekarang seiring dengan merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia.

Kejelasan kompetisi domestik tertinggi Indonesia itu baru mau dibahas kembali melalui rapat virtual antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan perwakilan klub dan PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB), Jumat (15/1/2021).

Hasil dari pertemuan tersebut akan dibawa ke rapat internal Executive Committee (Exco) PSSI yang dijadwalkan akan berlangsung Jumat (22/1/2021) pekan depan.

Di samping itu, wabah Covid-19 masih belum reda di Indonesia. Namun, negara yang dipimpin Joko Widodo ini sudah mulai melakukan vaksinisasi sejak Rabu (13/1/2021).

Sebelumnya, Chief Operating Officer Madura United Anisa Zhafarina menjelaskan, industri sepak bola tengah lumpuh dengan tidak adanya kompetisi yang bergulir. Perempuan berusia 25 tahun itu menambahkan, klub sebatas bisa mencoba untuk bertahan secara finansial, bukan mengembangkan.

Kondisi tersebut langsung mendapat respon dari Direktur Utama (Dirut) PT. Polana Bola Madura Bersatu (PT. PBMB) ZIa Ulhaq. Dia menyatakan, pihaknya tidak akan membunuh harapan dalam industri sepak bola.

Lebih jelasnya, pria yang akrap disapa Habib itu membeberkan, tentunya hidup matinya industri sepak bola sejalan dengan adanya kompetisi. Dia berharap, Liga 1 bisa kembali eksis di tahun ini dengan pola kehidupan yang baru di tengah wabah Covid-19.

“Karena memang kami ada di industri ini. Kami tetap memiliki satu harapan; industri ini jalan. Kalau kami bunuh harapan kami, kami selesaikan harapan kami dengan menyerah, itu bukan hal menarik dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Pantang mengibarkan bendera putih. Kami tidak akan pernah menyerah,” tuturnya kepada Kabar Madura. (idy/nam)

Komentar

News Feed