oleh

Mafia Pupuk Subsidi Tunggangi Kelemahan Kartu Tani

KABARMADURA.ID, Bangkalan –Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang diberikan pemerintah untuk para kelompok tani (poktan), diduga disewakan oleh ketua poktan kepada para petani. Sehingga, keberadaan alat untuk mempermudah dalam mengelola dan meningkatkan proses dan hasil pertanian itu, justru banyak keluhan sebagian petani

Adanya alsintan yang disewakan itu diungkap Ahmad Munawwir. Warga Kecamatan Geger ini mengatakan, di desanya banyak warga yang mengeluhkan terkait penyewaan alsintan. Padahal seharusnya mesin tersebut tidak diboleh disewakan atau bisa dipakai secara gratis oleh para petani.

Saat ini, sudah mulai musim hujan dan petani hampir mau cocok tanam. Kebutuhan menggunakan alsintan semakin tinggi.

“Tetapi warga tidak bisa memakai karena masih disuruh bayar oleh poktan dan biayanya itu sangat mahal,” kata dia saat mendatangi kantor Dinas Pertanian Bangkalan. Selasa (20/10/2020).

Selain itu, mereka juga mempersoalkan masalah kartu tani yang dinilai kurang merata. Bahkan, mencurigai adanya pupuk bersubsidi yang telah dimanfaatkan oleh para oknum pengusaha pupuk atau penjual pupuk.

Dimanfaatkan yang dimaksud, pupuk tersebut dijual kepada warga yang tidak memiliki kartu tani dengan harga yang mencapai Rp140 ribu per karung. Maka dia meminta Dinas Pertanian Bangkalan harus bertindak tegas menyikapi kejadian yang merugikan para petani tersebut.

“Dengan adanya kartu tani ini menjadi lahan basah bagi para pengusaha pupuk, akan tetapi bagi para petani,semakin membuat sengsara untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” tegas dia.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan Puguh Santoso berjanji akan menindaklanjuti dengan cara mengevaluasi. Bahkan, terkait mesin pertanian yang disewakan, dirinya belum mengetahui secara pasti.

“Saya menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian baru akhir 2019. Kalau kejadiannya sebelum tahun itu, saya tidak tahu, tapi selama saya menjabat, tidak pernah terjadi.Kalau yang disewakan uangnya untuk perawatan mesin dan atas kesepakatan anggota kelompok tani,ya tidak apa-apa. Akan tetapi kalau untuk masuk keperorangan, itu tidak boleh,” tegasnya.

Sementara untuk masalah kartu tani, pihaknya meminta para petani lebih sabar menunggu, karena saat ini masih dalam tahap pendataan. Untuk mengantisipasi kebutuhan pupuk secara mendadak, dirinya sudah menyiapkan blanko atau bisa mengamati pupuk besubsidi secara manual dengan cara membawa kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK).

“Bagi warga yang masih belum memiliki kartu tani maka nanti akan kami data ulang. Dan sekarang masih proses imput data dan nanti akan kami sempurnakan lagi. Untuk warga yang membutuhkan pupuk secara mendesak kami sudah disediakan blanko atau bisa secara manual meskipun warga tidak punya kartu tani,” dalihnya. (km57/waw)

Komentar

News Feed