Mahasiswa Bangkalan Gelar Orasi di Hari Kemerdekaan RI

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SEMANGAT: Para peserta upacara saat mengikuti refleksi perjuangan Syaikhona Muhammad Kholil di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bangkalan. 

KABARMADURA.ID, BANGKALAN- Sejumlah Mahasiswa di Bangkalan, mengikuti upacara refleksi perjuangan Syaikhona Muhammad Kholil yang tengah diperjuangkan dalam pengusulan gelar pahlawan. Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Bangkalan, menginginkan usulan tersebut selalu diingat dan dipertimbangkan sesuai dengan perjuangan dan jasa yang telah dilakukan semasa hidupnya.

Presiden Mahasiswa (Presma) Sekolah Tinggi Agama Islam (Stais) Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Moh Karror meneriakkan, jasa besar yang telah dilakukan oleh Syaikhona Muhammad Kholil sudah benar-benar nyata. Sosok guru besar tersebut, menjadi acuan dasar terbentuknya negara yang toleran dan moderat.

Bacaan Lainnya

“Kami semua harus tahu dan mengingat, kemerdekaan ini juga menjadi salah satu hasil dari perjuangannya,” ujarnya, Selasa (17/8/2021).

Selain itu, munculnya dua aliran Islam yang besar hingga sekarang, tidak lain juga lantaran murid atau santrinya. Pada akhirnya, sama-sama berlandaskan pada Hubbul Wathan Minal Iman. “Ini adalah berkah yang membuat kami terus menjadi bangsa yang utuh dan besar hingga usia 76 tahun ini,” tegasnya.

Menurutnya, agenda kegiatan yang dilakukan merupakan upaya untuk mengingatkan kembali pada Mahasiswa secara umum agar selalu mengingat jasa Syaikhona Muhammad Kholil. “Kami menginginkan, agar refleksi perjuangan beliau selalu diingat, hingga kini Indonesia menjadi bangsa yang besar,” tuturnya.

Kegiatan yang dilakukan dengan upacara semi formal itu, turut mengundang seluruh aliansi BEM se Bangkalan dan menjadikan ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan KH Makki Nasir sebagai inspektur upacara. Sebab, warga Bangkalan mengetahui banyak tentang bagaimana karya dan perjuangan guru bangsa tersebut.

“Saat ini, pengajuannya sebagai pahlawan tengah diusulkan, tapi prosesnya belum selesai,” paparnya.

Sehingga, di moment menjelang hari Kemerdekaan 17 Agustus, akan menempuh jalur afirmasi melalui jenjang organisasi kemahasiswaan baik daerah, Provinsi dan Pusat. Agar, mampu mendorong pengusulan gelar pahlawan tersebut. “Pemerintah memang sudah melakukan pengajuan dan memenuhi segala prosedurnya, tapi kami ingin memberikan dukungan nyata,” tegasnya.

Sehingga melalui upaya tersebut, setidaknya ada kesempatan besar yang bisa digunakan sebagai landasan perjuangan. Agar nanti pengusulan itu, diputuskan sesuai dengan keinginan masyarakat Bangkalan. “Mudah-mudahan bisa benar-benar membantu agar perjuangan beliau selalu diingat bersama,” harapnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *