Mahasiswa IAIN Gelar Aksi Damai Tolak RKUHP dan UU KPK

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Aksi demonstrasi digelar mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Senin (30/9). Mereka menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Aksi damai tersebut bergerak dari kampus yang beralamatkan di Jalan Pangligur kemudian menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Ribuan mahasiswa itu menaiki sepeda motor beriring-iringan menuju kantor DPRD Pamekasan. Setelah sampai di depan kantor pemerintah daerah (pemda) sebelah timur, para peserta tersebut memarkir kendaraannya, baru kemudian massa aksi berjalan dari ujung timur kantor pemda menuju depan kantor DPRD Pamekasan.
Aksi tentang penolakan tersebut bukan yang pertama dilakukan mahasiswa di Kota Gerbang Salam. Sebelumnya, aksi serupa telah digelar, baik yang dikomando Senat Mahasiswa (Sema) maupun Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) IAIN Madura.
Dalam aksi tersebut ada beberapa tuntutan yang disuarakan oleh peserta yaitu mendesak DPRD Pamekasan untuk mengeluarkan surat penolakan terkait RKUHP dan UU KPK selambat-lambatnya 1 x 24 jam; meminta agar pasal-pasal kontroversial dalam RKUHP segera dihapus dan direvisi sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan; meminta pemerintah agar menerbitkan Perppu tentang UU KPK dan merevisi UU KPK sesuai dengan tugas dan fungsi KPK serta mengharap dalam proses revisi RKUHP dan UU KPK melibatkan pakar hukum yang memang ahli di bidang hukum.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa DEMA IAIN Madura Ubaidillah, mendesak RKUHP yang sifatnya kontroversial segera dihapus dan direvisi sesuai nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman sehingga tidak ada yang dirugikan.
“Kami berharap dalam revisi UU tersebut melibatkan para pakar hukum yang memang ahli,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pamekasan Isma’il menyampaikan, pihaknya berjanji akan mendukung dan menerima sepenuhnya semua hal yang menjadi tuntutan dari peserta aksi dan akan segera mengirim surat langsung kepada DPR RI. Ia juga mengapresiasi terhadap peserta aksi yang menyampaikan aspirasi secara damai dan kondusif.
“Semua tuntutan teman-teman akan kami sampaikan terhadap DPR RI dan hal ini akan tiba di DPR RI insyaallah tidak sampai 1 x 24 jam,” ujar Isma’il. (rul/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *