oleh

Mahasiswa IAIN Madura Timba Ilmu Jurnalistik ke Kabar Madura.

Merajut Asa, meraih mimpi  dan menorehkan prestasi

Kabarmadura.id/Pamekasan -Mimpi mereka meronta dalam terjalnya kehidupan duniawi, merongrong nostalgia tak bertepi, berkesimpulan dengan penuh dedikasi, sebab ilmu yang bisa mencerahkan pekatnya ilusi yang terbatasi, begitulah gambaran hati para pencari ilmu dari Program Studi (Prodi) Komunikasi penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam (IAIN) Madura.

Khoyrul Umam Syarif

Pagi yang cerah itu, Kantor Kabar Madura kedatangan Tamu Istimewa dari kampus negeri satu-satunya di kabupaten Pamekasan guna menggali dan menambah ilmu tentang jurnalistik.

Satu-persatu para mahasiswa dan mahasiswi berdatangan dengan menggunakan sepeda motor pribadinya  setelah sekian lama menunggu hadirnya semua peserta yang ikut kegiatan itu yang meliputi sekitar 60 orang dari kelas A dan Kelas B itu masuklah kepada ruang yang sudah disiapkan terlebih dahulu oleh jajaran direksi Kabar Madura.

Tatapan semangat disertai senyum sumringah nampak terang di wajah para mahasiswa yang sembari melangkahkan kakinya menuju ruang pertemuan kabar Madura di lantai dua.

Senyum hangat terbalaskan oleh para jajaran direksi yang sudah siap  memberikan materi berkaitan dengan jurnalistik utama tentang persiapan-persiapan menuju proses cetak Kabar Madura.

Dipercaya sebagai pemberi materi utama sosok ramah nan cerdas  Wawan Awaluddin Husna tentang keredaksian Kabar Madura mulai dari kemasan berita hingga perwajahan berita.

“ada beberapa proses yang harus dilalui dalam menyeleksi beberapa berita sehingga perlu ketelitian dan analisis yang cukup untuk kemudian berita bisa terbitkan,” paparnya penuh semangat.

Tidak cukup itu materi yang diberikannya sangat berkorelasi dengan mata kuliah pada peserta sehingga di suatu saat penjelasan materi para mahasiswa sangat antusias dan sangat khusus mendengarkan satu persatu pemaparan yang sampaikan dari wawan (sapaan Akrabnya).

Pertemuan yang sangat istimewa itu tidak hanya wawan yang memberikan penjelasan melainkan juga ditambahkan oleh Miftahul Arifin yang tugasnya sebagai Redaktur Kabar Madura yang fokus penjelasannya tentang proses editing berita yang sudah biasa menjadi tugasnya setiap hari.

Setelah penjabarannya cukup, barulah giliran Kepala Layouter Akbar Iman memberikan materi tentang tata perwajahan Kabar Madura yang mengambil tema manajemen keredaksian dan layout.

Menurut akbar ada beberapa proses yang perlu diselesaikan oleh serangkaian tim dalam menerbitkan sebuah karya jurnalistik, pertama harus ada berita yang disetorkan oleh Wartawan, yang kedua proses editing dari redaktur, yang ketiga proses desain yang dilakukan oleh editor, yang keempat baru ke percetakan yang muaraya dari  hasil semua proses yang ada bisa dinikmati oleh para pembaca.

Setelah beberapa pertanyaan terjawab berakhir pulalah pertemuan yang dipandu langsung oleh dosen muda Esa Arif yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik yang memberikan kesempatan kepada jurnalis Kabar Madura Khoyrul Umam Syarif tempat tugas Pamekasan  untuk sekedar memberikan closing statement.

“untuk melahirkan sebuah karya harus didasari niat yang baik sehingga karyanya bisa dinikmati dengan baik pula oleh para pembaca setianya,” ujarnya.

Usai acara ditutup para peserta melakukan pose bersama di depan kantor agar momen bahagia itu diabadikan dan bisa menjadi sejarah sendiri.

 

Komentar

News Feed