Mahasiswa Kecam Tindakan Premanisme Oknum Polisi

  • Whatsapp
TUNTUT KEADILAN: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Sampang menggelar aksi ke Polres setempat menuntut keadilan hukum atas tindakan represif dan premanisme yang dilakukan oleh oknum polisi, kemarin (16/9).

Kabarmadura.id/Sampang-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sampang, menggelar aksi ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) setempat, Senin (16/9) kemarin.

Aksi tersebut bertujuan, untuk menuntut keadilan atas tindakan represif dan premanisme yang dilakukan sejumlah oknum aparat kepolisian kepada mahasiswa, saat mengawal aksi penolakan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan di kantor DPRD Sampang pada 5 September 2019 lalu.

Koordinator aksi Syaiful Rahman mengatakan, berdasarkan peraturan Kapolri nomor 16 tahun 2006 tentang pedoman pengendalian massa, tidak menghendaki adanya kondisi khusus yang bisa dijadikan dasar oleh aparat kepolisian melakukan tindakan represif dan premanisme, saat mengamankan jalannya aksi demonstrasi.

Menurut dia, bagaimanapun kondisi aksi demo itu, tindakan dari pihak keamanan harus  tetap manusiawi, tidak boleh menyeret, mencekik, menginjak dan tindakan represif serta premanisme lainnya, sebagaimana peristiwa yang terjadi pada rekannya saat aksi turun jalan mahasiswa cipayung beberapa waktu lalu.

“Kami menuntut Polres Sampang meminta maaf secara terbuka, menindak tegas sejumlah oknum polisi yang bertindak represif dan premanisme kepada mahasiswa peserta aksi yang diperlakukan tidak manusiawi,” tuntutnya, Senin (16/9).

Lanjut Syaiful (sapaan akrabnya), dalam prosedur tetap (protap) pengamanan demonstrasi, sudah sangat jelas dan gamblang dilarang, anggota satuan pengendalian massa (dalmas) untuk bersikap arogan dan terpancing perilaku massa.

Tak hanya itu, dirinya menyebut protap juga melarang keras petugas (dalmas) untuk melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kami berharap semua tuntutan dikabulkan. Jika tidak, maka kami akan terus menuntut keadilan hukum, jika perlu kami akan tempuh jalur hukum ke Polda Jatim,” tegasnya.

Sementara itu Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman berkelit, untuk proses penindakan terhadap sejumlah oknum yang diduga melakukan tindakan represif dan premanisme pada mahasiswa, saat bertugas mengamankan demonstrasi di depan gedung DPRD Sampang pada tanggal 5 September lalu, masih membutuhkan proses dan bukti-bukti serta pemeriksaan terkait kebenarannya.

“Kalau dengan meminta maaf masalah ini bisa selesai, tentunya kami akan meminta maaf kepada PMII Sampang. Namun untuk penindakannya masih butuh proses lebih lanjut,” singkatnya. (sub/pin).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *