Mahasiswa Sumenep Tagih Pembangunan Perpus Kepulauan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MINIM: Rencana pembangunan perpustakaan di kepulauan sampai saat ini belum terealisasikan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Rencana pembangunan perpustakaan di kepulauan sampai saat ini belum ada kejelasan. Rencana yang sudah lama digaungkan itu tak kunjung teralisasikan. Bahkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sumenep belum bisa berbuat banyak terkait kejelasan rencana pembangunan perpustakaan tersebut.

Fasilitas Perpustakaan di daerah kepulauan Sumenep seakan abai. Hingga saat ini, tidak ada perpustakaan yang terbangun. Apalagi perpusling sangat jauh dari harapan. Didaerah terpencil semakin tertinggal jika fasilitas perpustakaan diadakan.

Khairul Anwar salah satu mahasiswa asal kepulaun menagih, terkait kejelasan rencana pembangunan perpustakaan di daerah kepulauan. Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih serius dalam merealisasikan rencana pembangunan perpus kepulauan tersebut.

“Ia memang untuk di kepulauan itu tidak ada perpus pak, hingga saat ini menjadi daerah tertinggal dalam hal minat baca buku,” katanya, Senin (18/10/2021).

Anwar menekankan, seharusnya dinas yang membidangi perpustakaan tinggal diam. Sudah saatnya rencana itu jadi nyata. Pihaknya tidak ingin rencana pembangunan perpus kepulauan hanya sebatas rencana.

“Mulai dulu sampai sekarang perpus untuk kepulauan misalnya di Sapeken itu tidak ada. Bahkan harapan kami, masing-masing desa harusnya diberikan perpus oleh pemerintah sehingga peserta didik itu mudah untuk mencari referensi,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala DPK Sumenep Ahmad Masuni mengakui, perpustakaan di kepulauan hingga saat ini nihil pembangunan. Namun, tahun ini pihaknya sudah mengajukan pengadaan mobil perpustakaan keliling pada perubahan anggaran keuangan (PAK).

Anggaran tersebut senilai Rp400 juta untuk pengadaan mobil perpustakaan keliling. Termasuk juga fasilitas buku. Harapannya, pengerjaan akan dilaksanakan pada November. Tujuannya, untuk menumbuhkan minat baca di Sumenep

“Anggarannya senilai Rp400 juta untuk pengadaan mobil perpustakaan keliling. Kami rencanakan, agar anak-anak dapat membaca buku untuk mengasah kemampuan,” tuturnya.

Pihaknya berharap rencana perpustakaan di kepulauan bisa segera terealisasikan. Sejauh ini diakuinya belum terbangunnya pembangunan perpus kepulauan karena terkendala anggaran.

“Kami berharap ke depan buku bisa hadir di mana saja dan dibaca warga di setiap kesempatan sehingga bisa menambah wawasan dan pengetahuan,” tegasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *