oleh

Mahasiswa Tuntut Pemkab Sumenep Percepat InvestigasiTercemarnya Pantai Lombang

KABARMADURA.ID Sumenep -Pencemaran limbah di Pantai lombang terus dipersoalkan. Sejumlah mahasiswa dengan menggruduk kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep pada Kamis (5/11/2020). Mereka meragukan keseriusan Pemkab Sumenep dalam menangani persoalan kerusakan lingkungan tersebut.

Menurut Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Ahmad Kurdi Irfani, indikasi ketidakseriusan itu adalah, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dalam penanganantercemarnya Pantai Lombang karena limbah itu.

“Hari ini Kabupaten Sumenep tidak dapat menutup tambak udang yang nakal, terlebih di Pantai Lombang yang jelas-jelas merusak lingkungan,” ucap presiden mahasiswa Uniba Madura tersebut.

Sebenarnya, dari keterangan Pemkab Sumenep, hanya ada dua tambak udang yang berizin di sekitar Pantai Lombang. Saat ini pemkab beralasan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel limbah itu. Bahkan meyakini bukan tambak udangberizin yang merusak lingkungan.

Sayangnya, ujar Kurdi, ketika diminta data tambak udang yang berizin dan yang tidak berizin, Pemkab Sumenep disebut tidak berani mengeluarkannya.

“Ini ada apa, jangan-jangan pemkab sudah disusupi pengusaha petambak udang,” tukasnya.

Dia berjanji akanterus mengawal masalah pencemaran pantai akibat tambak udang tersebut. Bahkan akan akan mengundang banyak massa lagi dan membawa sampel limbah dan akan disiram di halaman kantor Pemkab Sumenep.

Tujuannya, agar pemerintah mengetahui bagaimana penderitaan rakyat yang berada disekitar tambak udang itu.

“Kami tidak main-main, ini persoalan besar dan harus terus dikawal hingga tambak ditutup,” tandasnya.

Sementara itu, Asisten Bupati Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep Herman Poernomo juga berjanji mengawalpencemaran di Pantai Lombang tersebut.

Herman juga menegaskan, pada Jumat, 6 November 2020, akan menginvestigasi ke lokasi dengan melibatkanSatpol PP. Setelahnya, akan menghitung tambak udang yang tidak berizin dan yang berizin di pantai tersebut.

“Tunggu sajalah akan ditindaklanjuti,” pungkasnya.(imd/waw)

Komentar

News Feed