Mahasiswa UNIBA Dipercawa Kawal Kegiatan PHP2D

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) KOMPAK: Saat mahasiswa UNIBA Madura ditemui Kabar Madura di aula kampus.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Badan eksekutif mahasiswa (BEM) Universitas KH Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, akan turun lapangan untuk merealisasikan program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) di Desa Gersik Putih Kecamatan Gapura Sumenep.

Hal itu sebagai tindak lanjut setelah dinyatakan lolos setelah melalui seleksi yang panjang dan ketat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bacaan Lainnya

Ketua Tim PHP2D di Gersik Putih Moh. Arifin mengatakan, setalah melalu proses yang panjang, dan disertia persiapan yang solid di setiap anggota maka akhirnya, perwakilan mahasiswa UNIBA Madura dipercaya mengawal program atau kegiatan PHP2D.

“Kami melalaui tahap seleksi tiga kali, akhirnya kami diminta persentasi proposal yang kami ajukan, alhamdulillah dengan kekompakan tim untuk melakukan persiapan maka kami dinyatakan lolos,” kata pria yang saat ini masih semester lV itu.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kepercayaan itu, kegiatan PHP2D ini akan dilaksanakan kurang lebih 4 bulan. Pilihan Desa Gersik Putih karena desa tersebut selain usaha mikro kecil menengah (UMKM) memang aktif juga sangat potensial untuk dikembangkan.

UMKM yang dimaksud di antaranya UMKM Kripik Congcong, UMKM Otak-Otak Bandeng, UMKM Kerupuk Bandeng dan UMKM Otak-Otak Bandeng. Ke empat UMKM itu bakal dibantu dikembangkan mulai dari produksi hingga membranding di media sosial.

“Salah satu kekuatan penting sektor ekonomi yaitu nafas UMKM yang membutuhkan perhatian. Kita sebagai mahasiswa mempunyai tanggung jawab untuk melakukan penyelamatan dengan mendukung setiap langkah UMKM dan secara bertahap memberikan solusi permasalahan yang ada terutama di tengah pandemi,” imbuh Mahasiswa jurusan Manajemen itu.

Sementara itu, Dosen Pembimbing PHP2D Nurlaily Wulandari menjelaskan, mahasiswa sudah sepantasnya berkontribusi dan memberikan bantuan terhadap masyarakat.

“Tentunya ini sangat baik, karena membantu mahasiswa belajar pendampingan kepada masyarakat. Terjun langsung, sehingga tahu bagaimana caranya bertutur kata, jadi tidak hanya ilmu yang didapat tetapi skill juga bisa diupdate,” papar dia. (ara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *