Mahasiswa UNUJA KKN di Malaysia, Bimbing Anak-Anak Pekerja Migran Indonesia

Pendidikan52 views

KABARMADURA.ID – Kehadiran gelombang kedua KKN Universitas Nurul Jadid di Malaysia mengukuhkan pengabdian mahasiswa di negara tetangga. Kerja sama UNUJA dengan Pondok An-Nahdhoh merupakan komitmen untuk memberikan pengalaman pada mahasiswa dari kampus yang terletak di Paiton ini untuk berbakti secara nyata dan meraup pengalaman di dunia internasional. 

Selama berada di sini, mereka akan membimbing banyak santri dan siswa yang merupakan anak-anak dari pekerja migran asal Indonesia. Dengan belajar di lembaga pesantren, generasi muda itu akan menggali akarnya sendiri dan belajar mengenal teman-temannya yang berasal dari Malaysia dan Thailand. Selain mendapatkan pendidikan formal setara sekolah menengah pertama (SMP), mereka juga mendalami karakter tradisional, keterampilan hidup dalam kepramukaan, dan cita rasa berkesenian, seperti selawatan dan hadrah. 

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Latar belakang para mahasiswa turut mendukung kebutuhan sekolah pondok ini. Diana Putri Prahasti (Pendidikan Matematika), Nabila Firdausyiah (Pendidikan Bahasa Inggris), Hamadah Sahrullah (Teknik Elektro) dan Muhammad Shofa Uzzad Zuhri (Hukum Keluarga) akan menjalani hari-harinya dengan membimbing para santri dalam kegiatan intra dan ekstra sekolah serta mencatat pengalaman ini sebagai refleksi yang akan dibukukan sehingga jejak itu bisa menjadi pelajaran bagi gelombang berikutnya. Lebih jauh, buku ini bermanfaat bagi masyarakat luas. 

Baca Juga:  Kebijakan Seragam Nasional Bakal Memaksa Siswa Keluar Biaya Rp1,7 Juta per Orang

Setelah tiga minggu, para mahasiswa berhasil beradaptasi karena mereka menghadapi santri yang majemuk. Dalam kesaksiannya, Nabila Firdausyiah menegaskan bahwa pertama kali ia mengalami culture shock karena kakak angkatannya menceritakan kesulitan untuk mengendalikan kelas. Tetapi sejalan dengan perjalanan pengabdian, perempuan yang fasih berbahasa Inggris ini melihat siswa tak lebih dari remaja yang sedang mencari jati diri. 

Tak hanya itu, Nabila menambahkan bahwa mereka adalah anak-anak yang polos dan jujur serta bertanggung jawab. Mereka menerima kehadiran mahasiswa dengan santun dan kehangatan. Bagaimanapun, anak-anak itu tumbuh di lingkungan yang berbeda dengan tanah kelahiran orang tuanya. Ada banyak sumber nilai yang mereka terima dalam perkembangannya sebagai remaja. 

Baca Juga:  Universitas Madura Gelar Wisuda untuk 522 Lulusan

Tentu, kesungguhan UNUJA membuka jalan pada calon lulusannya ditunjukkan dengan kehadiran rektornya, KH Abdul Hamid Wahid, M.Ag dalam tausiyah pada cara silaturahmi dan monitoring MBKM Santri Mengabdi Internasional yang berlangsung di aula pondok, 4 September 2023. 

Mahasiswa tidak lagi berada di zona nyaman dengan mengabdi di daerah yang telah dikenal, tetapi menerka pengalaman asing yang akan meluaskan cakrawala global kaum terpelajar. 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *