Mahasiswa UTM Ciptakan Mesin Pendeteksi Konsumsi Listrik, Hadiah Lomba Dipakai untuk Kembangkan Temuan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) EKSPERIMEN: Mahasiswa Fakultas Teknik UTM saat merakit alat pendeteksi konsumsi listrik di sekretariat RKBF UTM, Bangkalan.

KABARMADURA.ID-  Eksperimen yang terus menerus dilakukan oleh para mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), berbuah sebuah penemuan yang bisa membantu memudahkan aktivitas masyarakat.

HELMI YAHYA, BANGKALAN

Setelah sebelumnya menciptakan teknologi pengganti gas LPG, kini para pemuda milenial tersebut menciptakan alat yang bisa mendeteksi konsumsi listrik rumahan. Sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembayaran setiap masyarakat.

Mereka memberi nama alatnya “Hinergi Smart Meter”, perangkat internet of things (IOT) yang bisa digunakan untuk memantau dan mengontrol penggunaan listrik secara harian.

Pengguna bisa menentukan biaya listrik per bulan melalui aplikasi, jika pemakaian sudah melebihi batas yang ditentukan, akan ada notifikasi. Jadi memungkinkan untuk menghemat listrik bulanan.

M. Bahtiar Rifai selaku ketua tim menyampaikan bahwa ide tersebut muncul saat pandemi mulai melanda Indonesia. Kemudian langkah bantuan yang diambil oleh pemerintah adalah memberikan keringanan subsidi listrik.

“Setelah pemerintah menerapkan WFH, tentu konsumsi listrik rumahan semakin meningkat, dan sudah tentu tarif listrik juga akan mengalami lonjakan, meskipun memang sementara masih dibantu oleh pemerintah,” tutur Bahtiar.

Dengan tersebut, Bahtiar dan juga beberapa temannya mulai memadukannya dengan membuat prototipe. Yakni alat yang bisa mendeteksi dan memberikan sensor peringatan sesuai dengan batas penggunaan listrik yang ditentukan. Alat ini hanya mendeteksi dan mengingatkan, tidak untuk mengurangi atau menghambat pemakaian.

Awalnya sempat kesulitan merancang dan mendapatkan bahan, tapi setelah beberapa kali mencoba, akhirnya karya itu selesai. Meski begitu, percobaan pertama itu juga tidak bertahan lama, karena bahannya membutuhkan dana yang cukup besar.

Berangkat dari kenyataan itu, muncul ide untuk mengikutsertakan temuan di Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI). Akhirnya lolos dan mendapatkan dana sekitar Rp16 juta.

“Bagi kami, ini rezeki, karena kami jadi salah satu yang lolos dan mendapatkan dana di tingkat nasional itu,” syukurnya.

Hadiah itu dijadikan modal melanjutkan karyanya. Modal yang dianggap cukup itu, menggerakkan Bahtiar beserta kawannya untuk menawarkan produk itu pada masyarakat langsung. Dengan harga terjangkau dan juga garansi selama enam bulan.

“Alat ini nanti bisa untuk mengetahui konsumsi listrik harian dan juga bisa memberikan alarm atau kode sesuai batas pemakaian yang diatur,” ungkapnya.

Temuannya tersebut nanti juga akan diikutsertakan dalam turnamen IOT tingkat nasional yang akan digelar pada Agustus 2021 mendatang.

“Kami juga ingin terus berkembang, jadi kami akan terus berkarya tanpa mengenal rasa puas,” pungkasnya. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *