Mahasiswa UTM Sulap Limbah Biji Durian Jadi Susu Nabati

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) KREATIF: Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UTM saat meracik susu nabati di laboratorium UTM.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berhasil melakukan sulap sains dengan menjadikan limbah biji durian menjadi susu nabati yang layak konsumsi.

Bahkan karya unik tersebut mendapatkan juara pertama dalam pagelaran lomba karya tulis ilmiah di Institut Agama Islam Negeri Salatiga (IAIN Salatiga). Lomba yang diadakan panitia Competition and Webinar Nasional (CAWN) dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga pada 27 Oktober 2020.

Bacaan Lainnya

Ilham Widia Yusa selaku ketua tim riset dari Prodi Pendidikan IPA Fakultas Ilmu Pendidikan  UTM beserta Novita Trisanti dan Allita Marsya menyampaikan, awal mengikuti kegiatan tersebut hanya untuk mengisi waktu luang saat libur pergantian semester di masa wabah Covid- 19.

“Informasi lomba ini kami dapatkan dari ketidaksengajaan scroll Instagram dan kemudian kami tertarik mengikutinya,” ulas Yusa.

Pada lomba karya tulis ilmiah, timnya mendapatkan juara 1, padahal menurut mereka, juara yang sangat tidak terduga, meski sebelunya timnya berhasil menyisihkan sekitar 40 tim untuk seleksi tahap pertama.

Setelah itu, dari tahap seleksi abstrak, diambil 10 tim terbaik untuk lanjut ke tahap selanjutnya, yakni pengumpulan fullpaper dan melakukan presentasi.

Karya tentang limbah biji durian yang diolah sebagai susu nabati itu, bahannya didapat dari Kecamatan Wonosalam, Jombang. Mereka mengolah biji itu menjadi minuman yang menyehatkan di masa pandemi.

Alasan mengangkat judul tersebut, lantaran banyak limbah biji durian yang dibuang begitu saja, termasuk dampak pandemi membuat pedagang durian yang semakin terpuruk. Selain itu, Yusa awalnya hanya ingin mendapatkan pengalaman serta menambah relasi atau teman antar universitas se-Indonesia.

“Awalnya kami hanya ingin menjaga lingkungan dari limbah biji durian, tapi bisa sampai seperti ini,” ungkapnya.

Proses yang dilakukan dalam perlombaan juga cukup panjang, dimulai dari memilih bahan yang akan digunakan, mengolah bahan menjadi susu nabati, kemudian melakukan beberapa uji laboratorium, seperti uji kandungan dengan metode formol, yaitu mengukur tingkat kandungan protein dalam biji durian dan uji kelayakan atau respon masyarakat terhadap susu nabati tersebut.

Dalam proses itu, mereka dibantu oleh dosen dan pihak laboratorium, baik dalam pengerjaan serta uji pada karya ilmiah tersebut.

Dengan hasil gemilang yang diraih dalam lomba itu, mereka merasa mendapatkan ilmu baru, pengalaman, teman. Mereka juga beringinan, di usia 20 tahun UTM, para mahasiswa dapat menyalurkan kreativitasnya yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami ingin agar mahasiwa lainnya bisa lebih hebat dari kami, agar bisa memajukan UTM lebih baik lagi,” tandasnya.

Sedangkan Kaprodi Pendidikan IPA Mohammad Ahied, S.Si., M.Si menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur, karena mahasiswanya bisa mendapatkan gelar juara yang istimewa itu.

“Alhamdulillah meskipun masa pandemi mahasiwa banyak meraih juara dalamm lomba karya ilmiah Nasional,” ungkapnya.

Meskipun kondisi terbatas dan hanya dilakukan dengan daring, harapannya, mahasiswa tetap bisa berkreasi dalam pembelajaran dengan daring baik untuk tugas mengajar dalamm microteaching, skripsi dan lainnnya.

“Yang lain saya harap bisa ikut serta mengembangkan skill nya,” ujar Ahied. (hel/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *