oleh

Mahfud MD: Butuh Kehadiran Pesantren Yakinkan Masyarakat tentang Covid-19

KABARMADURA.ID, Sumenep – Kunjungan Menkopolhukam Mahfud MD di Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Minggu (04/10/2020), juga menyinggung adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap bahaya wabah Covid-19. Mahfud menegaskan, Covid-19 benar-benar ada dan bukan sebuah rekayasa.

“Lebih dari 10 ribuorang meninggal dunia akibat positif Covid-19 di Indonesia. Covid-19 harus dilawan oleh kita semua. Tapi di masyarakat masih saja banyak yang tidak percaya terhadap keberadaan Covid-19,” ulasnya.

Pesantren di Madura, khususnya Ponpes Annuqayah diharapkan memberikan arahan dan nasihat kepada masyarakat. Mahfud juga memohon kepada para kiai untuk memberikan pengertian kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan(prokes), sehingga penyebaran wabah Covid-19 bisa tertangani dengan mudah.

“Masyarakat Madura itu lebih percaya kepada kiai-kiai pesantren, maka pesantren dinilai perlu hadir untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang wabah Covid-19 ini,” tambahnya.

Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim juga membenarkan bahwa banyak masyarakat Sumenep dan umumnya di Pulau Madura sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap wabah Covid-19, sehingga banyak yang tidak mematuhi prokes.

Saat ini, dua kecamatan di Sumenep kembali masuk zona merah, yaitu Kecamatan Sumenep dan Saroggi. Sedangkan akumulasi pasien terinfeksi Covid-19 sejak Maret hingga Oktober 2020 sudah mencapai 376 jiwa. Dari jumlah itu, 51 orangmasih dalam perawatan.

“Cuma yang meninggal di Sumenep ini cukup banyak. Untuk saat ini yang tercatat sudah mencapai 53,” pungkasnya.(km55/waw)

 

Komentar

News Feed