Makin Ramai Jamaah Tarik Biaya Haji

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) PROSES: Hari ini masih belum dilayani proses pendaftaran hajinya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Jumlah pendaftar jamaah yang menarik kembali setoran haji di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep terus bertambah. Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Sumenep, Innani Mukarromah, menyampaikan, hampir setiap hari terdapat warga pendaftar haji yang datang untuk melakukan penarikan kembali uang haji.

Penarikan kembali setoran haji tersebut, jelas Innani, bukan semata penarikan biaya pelunasan. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir penarikan dilakukan terhadap seluruh setoran dana haji.

Hal itu, urai Innani, berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya calon jamaah haji hanya mengambil uang pelunasannya saja, namun yang terjadi beberapa bulan terakhir adalah pengambilan seluruh uang setoran haji.

“Setelah kami tanya alasan mengambil ulang rata-rata karena faktor ekonomi, mereka mengaku tidak punya pemasukan sehingga mengambil uang tabungan hajinya,” kata Innani.

Innani sangat menyayangkan terhadap penarikan seluruh tabungan haji yang dilakukan calon jamaah, karena secara otomatis antriannya akan kembali ke awal, atau mereka jika melakukan pendaftaran kembali akan mengantri dari awal lagi.

“Kami sampaikan jika diambil harus ngantri 32 tahun lagi, kan sayang sudah lama bayar, tetapi bagaimana lagi kalau keluhannya tidak punya uang, ya kami maklumi,” urai Innani menguraikan proses pemahaman terhadap warga agar jangan sampai menarik seluruh biaya setoran haji.

Berdasar catatan Kemenag Sumenep, terdapat sebanyak 20 orang yang melakukan penarikan kembali setoran dana haji. Rata-rata yang melakukan penarikan adalah pendaftar haji tahun 2018 dan 2019.

Selain itu, Innani juga menguraikan jika terdapat warga yang sudah hampir berangkat juga melakukan penarikan kembali biaya haji. Seperti pendaftar tahun 2013  yang juga melakukan penarikan. Namun, kejadian tersebut terjadi pada pendaftar yang sudah sepuh tanpa ahli waris.

“Kami memakluminya, karena sudah sepuh dan antrian semakin lama, karena sudah 2 tahun tidak berangkat lalu kebetulan tidak mempunyai ahli waris makanya uangnya diambil lagi semuanya,” pungkasnya. (ara/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *