Malam Puncak Harjad Pamekasan ke-491, Disporapar Gelar Eksotika Kemilau Madura

(FOTO: KM/ALI WAFA) MERIAH: Disporapar Pamekasan sukses menggelar Eksotika Kemilau Madura sebagai malam puncak Hari Jadi Pamekasan ke-491.

KABARMADURA.ID | PAMEKASANPemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar Eksotika Kemilau Madura, Sabtu (27/11/2021) malam. Pagelaran itu sebagai malam puncak peringatan Hari Jadi Pamekasan ke-491. Acara tersebut digelar di Pendopo Ronggosukowati. Pelaksana kegiatan tersebut yaitu Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan.

Sekretaris panitia pelaksana sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disporapar Pamekasan Masrukin menjelaskan, penobatan Ronggosukowati sebagai raja Pamekasan pada tanggal 3 November tahun 1530 telah ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Pamekasan. Penetapan tersebut berdasar pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2004.

“Tema Hari Jadi Pamekasan tahun ini yaitu ‘Desaku Makmur, Pamekasan Hebat’” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Seluruh rangkaian kegiatan peringatan hari jadi diharap dapat menanamkan rasa memiliki dan cinta terhadap warisan leluhur dan budaya daerah. Selain itu, untuk menggali nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai salah satu upaya membangkitkan rasa percaya diri dan kemandirian masyarakat Pamekasan.

“Semangat membangun itu diharapkan sebagaimana tercermin oleh kepeloporan Ronggosukowati,” ucap Masrukin.

Dalam acara tersebut, pihaknya mengundang bupati se-Madura. Beberapa mantan bupati dan mantan wakil bupati Pamekasan juga hadir dalam kesempatan tersebut. Fashion sapi sonok dan fashion batik membuat seluruh tamu undangan terpukau, ditambah iringan musik yang rancak serta dinamis. Rangkaian pertunjukan itu untuk melestarikan nilai-nilai tradisional dan spiritual.

Acara tersebut juga untuk memberi ruang kreativitas generasi muda Pamekasan untuk berkarya dan berprestasi. Membuka ruang wisata budaya dan penguatan ekonomi  masyarakat Pamekasan. Pada kesempatan yang sama, pihaknya me-launching lagu Mars Pamekasan. Mars tersebut menjadi istimewa karena syairnya diciptakan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

“Kegiatan ini merupakan sajian budaya yang memadukan antara keunikan dan kekhasan potensi unggulan Pamekasan,” terang Masrukin.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan