Mampu Tembus Pasar Nasional, Kini Anyaman Tali Jali Karya Zaini Raup Omzet Jutaan Rupiah

News88 views

KABARMADURA.ID | Anyaman tali jali menjadi hoki tersendiri bagi salah satu pelaku ekonomi kreatif (ekraf) asal Dusun Timur Leke, Desa Klampar Kecamatan Proppo, Moh. Zaini. Dia mulai merintis usaha anyaman jali tersebut ketika mengalami kegundahan menghadapi pandemi Covid-19. Pemilihannya terhadap anyaman tali jali ini datang begitu saja, tanpa direncanakan. Modal nekad dan belajar secara otodidak, perlahan dia mulai mengembangkan usaha itu hingga kini.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Setelah memantapkan diri untuk membuka usaha anyaman tali jali, Zaini memulai produksinya dengan jumlah yang tidak banyak, yakni di bawah sepuluh tas anyaman tali jali. Ternyata, kerajinan tangannya itu diminati oleh masyarakat sekitar. Banyak yang memesan untuk kebutuhan lifestyle hingga tas untuk wadah hantaran. Sejak saat itulah secara perlahan Zaini mulai memproduksi dengan jumlah banyak.

Baca Juga:  Diskop UKM Naker Pamekasan Pastikan Program WUB Tidak Ada Lagi di 2024 

“Mulai buka usaha ini sejak tahun 2021 lalu. Alhamdulillah, sekali coba langsung jadi. Padahal belajarnya otodidak. Tidak ada basic menganyam sama sekali. Tas anyaman itu full manual,” terangnya kepada Kabar Madura.

Zaini mengungkapkan, kerajinan tangannya itu kini telah menjelajah di beberapa wilayah Indonesia, seperti Riau, Sulawesi, Jember, Probolinggo, dan wilayah lainnya. Dia menyebut, permintaan pesanan tiap waktu terus meningkat. Bahkan, pernah mendapatkan orderan sebanyak 350 pcs tas dalam waktu sebulan.

Orderan yang setiap harinya meningkat itu tentu membuatnya meraup keuntungan yang cukup besar. Selama satu bulan omzet penjualannya berkisar Rp18 juta hingga Rp45 juta per bulan. Sementara untuk jualannya dibandrol dari harga Rp25 ribu hingga Rp125 ribu sesuai dengan model dan ukurannya.

Baca Juga:  Puluhan Ribu KPM di Pamekasan Dipastikan Peroleh BLT DBHCHT

Saat ini, beragam model tas yang dia tawarkan, mulai dari tas mini patty, sling bag, hingga tote bag. Model-model itu terus dia eksplor untuk memajukan usahanya. Ke depan, pihaknya akan menciptakan inovasi baru dalam model tas yang dirancangnya, seperti kombinasi dengan batik sebagai salah satu ikon desanya.

“Usaha seperti ini yang harus ditingkatkan adalah kreativitas dan inovasi. Menjalankan usaha ini saya rasa tempat mengasah kreativitas. Saya yakin, usaha anyaman tali jali ini memiliki pangsa pasar yang cukup tinggi,” ungkap Zaini.

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *