oleh

Manajemen Klub Hanya Ingin Piala, Hadiah Milik Pemain

Kabarmadura.id-Langkah Madura United untuk melaju ke babak selanjutnya di Piala Presiden, masih akan ditentukan hingga pertandingan terakhir melawan Borneo FC (Jumat, 15 Maret 2019).  Target untuk lolos ke babak selanjutnya menjadi target yang diusung tim. Lebih-lebih, skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab ini mendapatkan tambahan motivasi dari keikutsertaan di kejuaraan ini.

“Kami hanya ingin pialanya, silahkan hadiah dan lainnya menjadi kewenangan pemain. Nama besar dan seluruh hadiah semuanya untuk seluruh pemain,” ungkap Manajer Madura United Haruna Soemitro di hadapan Presiden Klub Achsanul Qosasi yang disampaikan kepada para pemainnya dalam kesempatan meeting klub.

Diakuinya, meski berstatus sebagai preseason sebelum menjalani kompetisi Liga 1, Piala Presiden harus bisa dimaksimalkan oleh para pemain untuk mendapatkan prestasi pribadi dan juga uang hadiah.

“Total hadiahnya ada Rp3,5 miliar. Uang tersebut sudah ada, tiggal bagaimana cara dan upaya para pemain untuk merebutnya. Hadiah-hadiah tersebut adalah hak mereka, klub tidak akan memintanya sepeser pun. Mekanisme pembagiannya secara proporsioal juga sudah diatur di internal,” imbuh Haruna.

Madura United sendiri, selama mengikuti Piala Presiden sejak 2017 lalu selalu mentok di babak 8 besar. Tahun 2017 lalu gagal melaju ke semifinal setelah kalah adu penalti melawan Borneo FC. Di tahun berikutnya, Madura United gagal melaju ke semifinal setelah kalah atas Bali United juga dengan drama adu penalti.

Borneo FC sebagai calon lawan Madura United di pertandingan terkahir grup D dalam perjalanan sejarah pertemuan keduanya, selalu menjadi batu sandungan bagi Madura United.  Dimulai dari tahun 2016 lalu, Borneo FC adalah tim yang menggagalkan Madura United meraih juara PGK tahun 2016 setelah di partai puncak berhasil menang 1-0 di babak tambahan waktu.

Demikian halnya saat Madura United menghadapi Borneo FC di Piala Presiden 2017. Tim yang bermarkas di Samarinda tersebut juga berhasil menggagalkan langkah Madura United di babak 8 besar Piala Presiden.

Sementara di tahun 2018 lalu, Borneo FC  juga menjadi tim yang pertama kali berhasil mengalahkan Madura United di kandangnya sendiri, Stadion Ratu Pamellingan.

“Kami akan fokus dalam setiap pertandingan yang akan kami jalani. Saat ini, fokus kami adalah menghadapi Borneo FC nanti. Kami mempersiapkan segala hal untuk pertandingan tersebut dan itu penting, karena  ada  sebanyak 6 pemain yang tidak bermain nantinya, karena berada di timnas dan akumulasi kartu,” ulas Pelatih Madura United Dejan Antonic. (bri/waw)

Komentar

News Feed