Manajer Madura United Bicara Kompetisi 2020 dan 2015, Mengapa?

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SYAHID MUJTAHIDY) SUDUT PANDANG: Manajer Madura United berbicara perbedaan terhentinya kompetisi tahun 2020 dan 2015.

KABARNADURA.ID – Tahun 2020, kompetisi Liga 1 2020 hanya berjalan tiga pekan. Itu terhenti sejak Covid-19 merebak ke Indonesia, Maret lalu. Saat itu, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengumumkan sepasang pasien pertama di Tanah Air.

Setelah itu, kompetisi terhenti hingga bulan September 2020. Pasalnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merencanakan kembali bergulir 1 Oktober 2020, namun H-3 digagalkan setelah Kepolisian RI (Polri) tidak menurunkan izin keramaian.

Kendati demikian, PSSI berusaha untuk berlanjut di tiga bulan aķhir tahun ini. Namun, upaya itu kandas. Alhasil, PSSI mewacanakan akan dilanjutkan awal tahun 2021.

Kompetisi yang hanya berjalan tiga pekan, mengingatkan kepada kompetisi musim 2015. Kala itu lebih parah, kompetisi yang bernama Qatar National Bank (QNB) League 2015 hanya berjalan 19 pertandingan atau satu pekan lebih.

Uniknya, keduanya sama-sama dihentikan dengan status masa genting. Bedanya, saat QNB League 2015 dihentilan akibat konflik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI dengan PSSI.

Manajer Madura United Rahmad Darmawan melihat terdapat kesamaan dan perbedaan antara masa genting 2015 dan 2020.

Kata manajer yang familiar disapa RD itu, saat ini semua pihak tengah khawatir lantaran wabah Covid-19. Berbeda dengan tahun 2015 yang tanpa memunculkan kekhawatiran kesehatan.

“Secara keseluruhan mirip, tapi tidak sama. Dulu itu karena di-banned, sekarang masalah kesehatan. Sekarang semua pihak khawatir karena Covid-19,” tutur RD kepada Kabar Madura, Minggu (15/11/2020)

Selain itu, mantan Pelatih Persija Jakarta ini juga menjelaskan, sejatinya pemain ingin tetap melanjutkan latihan dan pertandingan. Namun, kondisi tidak mendukung.

“Jujur sebenarnya pemain menginginkan aktivitas ini terus berjalan. Sehingga, mereka sendiri bisa memantau kondisinya. Kondisi fisik juga dipengaruhi kegembiraan pemain menghadapi keseharian mereka,” pungkasnya. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *