Manfaat Lokal Bernilai Hingga Ratusan Juta

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) BERNILAI: Ketika bonsai dimodifikasi dan dibumbui nilai seni, maka harganya bisa ratusan juta.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Banyak potensi lokal di tangan insan kreatif bisa bernilai ratusan juta, sebagaimana yang dikembangkan Paguyuban Bonsai Timur Daya, yang bergerak di bidang modifikasi beraneka tanaman yang berada di Kota Keris ini.

Sekretaris Komunitas Paguyuban Bonsai Timur Daya Sumenep Adi Purnomo mengatakan, guna meningkatkan para penggemar bonsai sedikitnya ada beberapa kegiatan diantaranya, ada pertemuan para pegiat pohon kerdil.

Selain itu, juga aktif mengikuti agenda kontes atau pameran bonsai dalam rangka mendorong, memfasilitasi para penggemar pohon kerdil yang diselenggarakan di daerah lain.

“Kami pernah ikut ke Bali, dan ke daerah lain untuk membangun jaringan, dan mencari referensi untuk meningkatkan penggemar bonsai di Sumenep,” katanya, Minggu (17/1/2021).

Bahkan salah satu anggota paguyuban tersebut, pernah masuk di kelas utama saat ikut pameran di Malang, ada pula yang masuk di kelas madya saat ikut pameran di Bali. Artinya, ketika masuk di level tersebut, nilainya sudah ratusan juta harganya.

Adi melanjutkan, dampak ikut pameran juga membuka pasar lebih luas, sehingga nilai jualnya juga meningkat. Ada yang sudah laku Rp145 juta, ada yang Rp95 juta. Selain itu, dipasarkan sendiri secara online.

“Pembelinya banyak juga yang dari luar kota, baik dari Bali dan kota-kota besar yang lain. Dan potensi bonsai di Sumenep ini besar sekali, hanya butuh sentuhan tangan-tangan kreatif agar seni bonsai berdampak nilai ekonomi tinggi,” imbuhnya.

Dia berharap, untuk meningkatkan potensi bonsai pemerintah daerah perlu mendukungnya. Salah satunya diwujudkan dengan mengadakan atau menggelar kontes di Sumenep, agar masyarakat bisa termotivasi untuk mengembangkannya.

“Artinya, bisa menjadi kolektor, untuk sementara rata-rata ketika sudah  dijual. Dan untuk kontes ini, sering kami diskusikan dengan legislatif, dalam serap aspirasi. Ditunggu tindak lanjutnya, ini demi potensi pohon kerdil di sini”, pungkasnya. (ara/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *