Manfaatkan BOS untuk Perbaikan SDN Kraton 2 Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) RUSAK: Salah satu satpam Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kraton 02 Bangkalan saat menunjukkan beberapa fasilitas sekolah yang rusak.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan perlu dipertanyakan. Sebab, terkesan tidak memiliki kepedulian memperhatikan kondisi bangunan sekolah yang rusak. Seperti, Gedung Sekolah Dasar Negeri (SD) Kraton 2 Bangkalan.

Meski berulang kali mengajukan anggaran perbaikan, namun tidak kunjung disetujui. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat hanya merekomendasikan agar memanfaatkan anggaran pemeliharaan dari bantuan operasional sekolah (BOS). Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Kraton 2 Bangkalan H. Moh Syahmol, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, sudah menyampaikan ke koordinator wilayah (Korwil) mengenai kondisi gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Bahkan, lengkap dengan rincian bangunan yang rusak. Seperti, bagian pintu, jendela dan plafon. Apalagi, plafon sempat runtuh ketika proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan.

“Saya sudah lama sampaikan ke Korwil agar segera bisa mendapatkan bantuan perbaikan. Beberapa hari lalu ada plafon yang jatuh saat awal pembelajaran tatap muka (PTM) digelar,” tuturnya.

Pihaknya menegaskan, kondisi gedung sekolah sudah memasuki kategori rusak berat. Bahkan, dalam data pokok pendidikan (Dapodik) sudah dicantumkan rusak berat. Sehingga diharapkan, DIsdik bisa memperhatikan dan mempertimbangkan agar ada anggaran untuk perbaikan.

“Bagi saya ini sudah rusak berat, karena masih berpotensi jatuh kapan saja. Saya harap, kerusakan ini bisa dijadikan pertimbangan dan kami bisa memperoleh bantuan perbaikan atau pembangunannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Bangkalan Dewi Ega mengatakan, kerusakan di SD Kraton 2 masih tergolong kategori ringan. Sebab, pengukuran kerusakan itu juga dilakukan oleh Kementerian Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP). “Kalau kerusakannya di pintu, jendela dan plafon itu masih rusak ringan,” responnya.

Sehingga, jika ingin mendapatkan bantuan dari dana alokasi khusus (DAK), kerusakan memang masuk dalam kategori sedang dan berat. Jika ringan, maka yang direkomendasikan menggunakan dana pemeliharaan yang disediakan dari alokasi dana BOS. “Kalau ringan, bisa pakai dana BOS dulu, karena disana juga ada pembagiannya,” ulasnya.

Menurutnya, masih banyak sekolah yang masuk kategori kerusakan lebih parah. Sehingga, dana DAK lebih layak diberikan terhadap sekolah tersebut. “Banyak yang lebih layak dan membutuhkan. Seharusnya dilihat dulu kondisi kerusakannya untuk melakukan perbaikan dan pengajuan anggaran,” pungkasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *