Manfaatkan Potensi Desa, Pemdes Desa Gili Barat Rencanakan Bangun Wisata Mangrove dan Warung Apung

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) AKAN DIBANGUN: Pemerintah Desa Gili Barat bersama warga berencana membangun destinasi resto dan kafe apung untuk mengoptimalkan potensi desa.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pemerintah Desa Gili Barat, Kecamatan Kamal, Bangkalan, sedang mengupayakan penanaman mangrove dan pembangunan jembatan menjur warung dan kafe apung. Hal tersebut dalam upaya mendongkrak potensi wisata yang ada di desa tersebut.

Salah satu Karang Taruna Desa Gili Barat Ahmadi menyampaikan, bahwa desanya kesulitan membangun sektor wisata. Sebab, selain banyak lahan yang digunakan untuk produksi garam, lahan pantainya juga tidak memungkinkan karena bukan pasir, melainkan lumpur. “Di sini pantainya lumpur, bukan pasir seperti di wisata pantai lainnya,” katanya.

Sehingga, berdasarkan faktor geografis tersebut, menurut Ahmadi, kemungkinan untuk dibuatkan wisata pantai tentu tidak akan menguntungkan. Sehingga harus ada ide baru, seperti halnya yang dibuat di Kecamatan Labang, yakni Kapal Jodoh dan kafe. “Kami juga akan mengambil konsep itu, tapi tentu akan ada yang lebih istimewa,” ucapnya.

Ahmadi juga menuturkan, bahwa pihaknya tengah mempersiapkan sosialisasi untuk meminta persetujuan warga. Sehingga nanti bisa diikutkan dalam proses pengelolaannya. “Kami mungkin akan melibatkan warga, karena memang mereka yang nantinya akan merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Ia menuturkan, setidaknya ada mangrove dan jembatan menuju pantai atau kafe yang akan diisi warga setempat. “Kalau nanti sudah berjalan, tentu desa kita yang akan merasakan perkembangannya,” terangnya.

Sementara itu, Camat Kamal Mahrus mengaku bangga, sebab di antara tujuh desa lainnya, Desa Gili Barat termasuk salah satu yang paling antusias membangun sektor wisata.

“Di desa Gili Barat ini sudah bagus, baik Kepala Desa, dan warganya keinginannya sama- sama kuat,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Mahrus memaparkan, semua desa harus mempersiapkan diri untuk mengenali dan menggali potensinya untuk menciptakan keunggulan.

“Ini akan membuat desa semakin berkembang, dan memang sudah disesuaikan dengan permintaan pimpinan,” pungkas Mahrus.

 

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan