Mangkrak Karena Kurang Anggaran, Legislatif: Diupayakan Dapat di DAK

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BURAM : Kelanjutan Proyek Jembatan di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Paragaan Sumenep masih abu-abu

Kabarmadura.id/Sumenep-Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam melanjutkan melanjutkan proyek jembatan di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Paragaan Sumenep patut dipertanyakan. Pasalnya, jembatan yang menelan Rp1 miliar tersebut masih jauh dari kata selesai.

Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sumenep Harianto Effendi mengakui, proyek jembatan di Pragaan tersebut belum selesai secara sempurna. Kendalanya ada pada kekurangan anggaran.

Bacaan Lainnya

Rencananya, akan dianggarkan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Dia memperkirakan, ada sebanyak Rp200 juta untuk menyempurnakan jembatan tersebut.

“Dalam waktu dekat, PAK akan segera dimulai,” katanya, Rabu (09//09/2020).

Menurutnya, nantinya akan diusulkan pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep. Sehingga, dapat teranggarkan hingga dikerjakan dan selesai pada tahun 2020.

“Nantinya akan dilanjut pembangunan setelah ada penambahan anggaran,” ujarnya.

Diketahui, proyek tersebut dikerjakan pada tahun 2019, dan sempat dilakukan perpanjangan pada tahun 2020 lantaran bahan materialnya tidak kunjung tersedia. Namun, pada saat perpanjangan waktu sebanyak 75 hari, ada kendala kekurangan anggaran.

“Jika gagal di PAK, maka akan dianggarkan pada tahun 2021,” tukasnya.

Untuk diketahui, kontrak pengerjaan proyek tersebut sudah berakhir pada Agustus tahun lalu dan diperpanjang hingga tanggal 10/12/2019. Maka, Dinas PU Bina marga sudah memberikan keleluasaan untuk dikerjakan dengan syarat membayar denda seperseribu dikali jumlah kontrak.

“Pihak rekan sudah membayar denda. Sebab, tidak selesai sesuai kesepakatan kontrak,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M Ramzi mengatakan, proyek jembatan di Desa Pakaban Daya Kecamatan Paragaan Sumenep belum selesai. Bahkan, pengajuan untuk di PAK masih belum ada laporan dari dinas terkait.

Politisi Hanura tersebut mengatakan, saat ini RKA masih belum masuk untuk di PAK. Bahkan, dinas sebelumnya sudah merencanakan untuk di PAK. Tetapi, saat ini masih belum ada info baru. Jika tidak diusulkan di PAK maka akan diusulkan DPRD agar di PAK.

“Jembatan tersebut jika tidak cepat diselesaikan, maka akan berbahaya bagi masyarakat yang lewat di sana,” tukasnya.

Dia menekankan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait memaksimalkan dan tepat waktu serta tepat anggaran. Sebab, semuanya itu karena perencanaannya tidak matang.

“Dalam hal ini, DPRD akan memperjuangkan di PAK insyallah dalam satu minggu lagi akan ada PAK,” pungkasnya. (imd/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *