oleh

Mantan Kades dan Politisi Nasional, Nizar Zahro Berpulang

Nizar Zahro, Ketua Satria Partai Gerinda

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kabar duka menyelimuti Bangkalan, politikus dari Partai Gerindra Nizar Zahro dikabarkan meninggal dunia pukul 17.45 WIB. Nizar Zahro diduga meninggal akibat serangan jantung.

Informasi tersebut, berdasarkan keterangan dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Herman Finanda yang juga separtai dengan Nizar. Herman mengatakan bahwa Nizar meninggal akibat serangan stroke.

“Berdasarkan informasi dari ketua DPRD Bangkalan, iya meninggal tadi sore kena serangan stroke,” tuturnya, Minggu (19/1).

Nizar merupakan politisi asal Kwanyar, Bangkalan. Mantan kepala desa itu pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2014-2019. Selain itu, Nizar juga merupakan ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria), organisasi sayap Partai Gerindra.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mujibburrahman juga mengatakan hal senada. Ia menuturkan, bahwa Nizar Zahro meninggal dunia kemarin sore, Minggu (19/1). Mujib turut berduka cita atas meninggalnya rekan separtainya tersebut.

“Inalilahiwainailahirajiun telah berpulang ke Rahmatullah ,putra Jawa timur Madura BPK Nizar Zahro mantan anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra,” terangnya.

Nizar memiliki nama lengkap Mohammad Nizar Zahro, lahir di Bangkalan, 18 Agustus 1974. Dia berhasil menjadi anggota DPR-RI 2014-2019 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) setelah memperoleh 159.006 suara untuk Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura).

Pernah menjabat sebagai sekretaris DPD APDESI Jakarta (2002-2007), sekretaris DPD APDESI Jawa Timur (2003-2008), ketua DPD APDESI Jawa Timur (2012-2017) dan pernah ikut mencalonkan diri menjadi calon bupati Bangkalan di tahun 2012.

Tidak ada rekam jejak politik lainnya selain di Gerindra. Namun, jejak politiknya sebagai wakil rakyat di Senayan, kandas setelah kalah dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu.

Sebelumnya, pada tanggal 21 Maret 2018, saat Nizar Zahro masih bergelut di dunia politik, sempat berpindah tugas, yang semula di Komisi V DPR-RI yang membidangi perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal, meteorologi, klimatologi dan geofisika kemudian menjadi anggota di Komisi X DPR-RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda, olahraga dan perpustakaan. Posisinya di Komisi V kemudian digantikan oleh Bambang Haryanto.

Nizar pernah menempuh pendidikan di SMA Lirboyo (1993-1996), S1 Hukum di Unsuri (2000-2004), S2 Pendidikan di Unigres (2011-2013). (ina/waw)

 

 

Komentar

News Feed