oleh

Mantan Kades Lesong Pamekasan Ditetapkan Sebagai Tersangka Pemalsuan Ijazah

Kabarmadura.id/Pamekasan/BATUMARMAR – Ditetapkannya sebagai tersangka kasus pemalsuan ijazah, mantan Kepala Desa (Kades) Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar, Matsudin tidak ciut. Justru dia membeberkan semua kronologi bagaimana hingga dirinya bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Matsudin mengaku tidak ada kejanggalan pada ijazah sekolah dasar (SD) yang dipermasalahkan sekelompok orang hingga kemudian dilaporkan ke polisi. Bahkan dua kali dirinya mencalonkan sebagai kades tidak ada masalah dengan ijazahnya.

Dia juga terkejut kenapa baru saat ini ijazahnya dipermasalahkan hingga proses pilkades di desanya gagal dan terkatung-katung hingga saat ini. Matsudin mengungkapkan, bahwa ada pihak yang menginginkan dirinya jatuh. Sehingga dirinya tidak berhasil melenggang ke pilkades berikutnya.

“Banyak faktor hingga bisa seperti ini, tentu ada pihak yang bermain. Karena kalau saya tidak ikut pemilihan tidak akan palsu itu ijazah saya,” ucapnya.

Dia menjelaskan, bahwa pada tahun 1984 dirinya berpindah sekolah dari SD Lesong Daya ke SD Batu Bintang II, dia mengaku dipindah oleh kepala sekolahnya karena usianya saat itu sudah 15 tahun, kemudian di SD Batu Bintang II dirinya hanya mengikuti ujian akhir dan lulus di sana.

Selain karena faktor usia, saat itu SD Lesong Daya belum bisa mengeluarkan ijazah. Sehingga untuk bisa lulus dan mendapatkan ijazah dirinya dipindah ke sekolah yang sudah bisa menerbitkan ijazah dan mengikuti ujian.

Bahkan dia menyebutkan, di ijazahnya tidak terdapat kejanggalan baik data dirinya maupun nomor induk ijazah yang diterbitkan. Ijazah yang sama digunakan mencalonkan diri sebagai kades dua kali tidak ada masalah.

“Menurut saya tidak ada yang salah dengan ijazah saya, karena tidak mungkin SD Batu Bintang II mengeluarkan ijazah palsu,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Adhi mengatakan, perkara tersebut sudah dilimpahkan berkasnya ke kejaksaan, bahkan saat ini sudah P21 di kejaksaan tinggal dilakukan pemanggilan untuk tahap kedua kepada yang bersangkutan.

Menurutnya, dalam minggu ini sudah dilakukan pemanggilan tahap kedua di kejaksaan. “Berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan sudah P21, tinggal pemanggilan tahap kedua,” ungkapnya. (ali/ito)

Komentar

News Feed