Mantan Kepala DPMD Sampang Diperiksa Pengadilan Tipikor Surabaya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BELUM TUNTAS: Persidangan terhadap Kepala Desa (Kades) Tanah Merah Kecamatan Torjun Sampang masih tahap pemeriksaan saksi.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Sidang kasus dugaan korupsi dana desa (DD) Tanah Merah Kecamatan Torjun Sampang masuk ke tahapan  pemeriksaan saksi. Mantan Kepala Dinas  Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Malik Amrullah dan sejumlah saksi lainnya akan dihadirkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Dalam sidang kasus itu, mereka akan dimintai keterangan oleh majelis hakim. Sedangkan sidang pemeriksaan saksi perdana, akan berlangsung Senin pekan depan. “Dia (Malik Amrullah red) dipanggail sebagai salah satu saksi. Jadi bukan untuk panggilan kasus lain, tapi khusus kasus DD Tanah merah,” ujar Kasi Intel Negeri (Kejari) Sampang Achmad Wahyudi, Kamis (28/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kasus yang menyeret Kepala Desa (Kades) Tanah Merah Suhartono pada saat Malik Amrullah menjabat sebagai Kepala DPMD. Sehingga dinilai penting memberikan keterangan di persidangan. Hanya saja, belum bisa membeberkan secara rinci berkenaan dengan nama para saksi yang akan dihadirkan.

“Ini demi kelancaran proses persidangan. Saksinya banyak. Tapi belum bisa saya sebut. Makanya kasus ini sempat lama disini. Karena memang banyak yang diperiksa,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan, sebelumnya sudah dibacakan tuntutan terhadap tersangka oleh jaksa penuntut umum (JPU) di pengadilan. Namun tersangka tidak mengajukan keberatan. Sehingga sidang dilanjut pada pemeriksaan saksi.

Untuk diketahui, dari hasil penyelidikan di kejaksaan dalam kasus ini ditemukan kerugian sebesar Rp322.879.481. Tersangka Hartono sebagai Kades Tanah Merah Kecamatan Torjun mengaku, dana banyak digunakan untuk kepentingan pribadi.

Hasil temuan Kejari Sampang, beberapa pekerjaan yang tidak selesai meliputi, pembangunan mandi cuci kakus (MCK), saluran irigasi, rabat beton dan juga tiga pos kamling. Tersangka mengakui perbuatannya saat penyidikan, jika uang dicairkan untuk kepentingan pribadi.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *