Mantan Kuli Bangunan yang Sukses Melenggang ke Senayan

  • Whatsapp
HUMBLE: Anggota DPR RI dari PAN asal Kabupaten Sampang Slamet Ariyadi saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

HUMBLE: Anggota DPR RI dari PAN asal Kabupaten Sampang Slamet Ariyadi saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Kabarmadura.id-Keberhasilan tidak akan pernah bisa diraih secara instan; butuh proses dan perjuangan panjang. Di samping itu, tidak mudah menyerah terhadap situasi dan kondisi apapun menjadi sebagian kunci untuk meraih kesuksesan.  Berbekal keyakinan itu, Slamet Ariyadi sang mantan kuli bangunan, akhirnya bisa menikmati hasil dari buah perjuangannya selama ini.

MIFTAHUL ARIFIN, SAMPANG

Berat! Kata itu yang selalu terngiang di telinga pemuda yang genap berusia 29 tahun pada 30 September 2019 kemarin itu. Pasalnya, dirinya harus memeras keringat sebagai kuli angkut pekerja bangunan di kala waktu kosong kuliah. Hal itu terpaksa dia lakukan guna bisa bertahan hidup guna menyelesaikan pendidikan strata satu (S-1).

Kepada Kabar Madura, Slamet Ariyadi menceritakan, pekerjaan itu sudah dijalani pemuda asal Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal sejak menginjak semester III, Jurusan Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM), hingga uang dari hasil menjadi kuli bangunan yang dia tabung mampu memenuhi keinginannya untuk membuka usaha sembari menjalani kesibukan di bangku kuliah.

Akan tetapi, bukan perjuangan namanya jika tidak dilalui tanpa ujian. Pria yang akrab disapa Slamet menceritakan, saat dirinya membuka usaha warung makan di atas rawa sekitar kampus UTM, dirinya harus melalui ujian berat saat dagangannya ludes tanpa mendapat bayaran dari pembelinya. Mirisnya, handphone yang dia peroleh dari hasil kerja keras juga ikut hilang.

“Waktu itu saya ketiduran. Banyak anak nongkrong sambil nonton bola hingga tengah malam. Saat itu saya tertidur, pas bangunnya mereka sudah tidak ada, handphone saya juga hilang, ya saya hanya bisa mengelus dada saja,”tutur ayah satu anak hasil dari pernikahannya dengan perempuan bernama Lis Sugiarti tersebut.

Meski harus menjalani perjuangan yang cukup berat di masa kuliah, anak ke-8 dari 9 bersaudara itu, tidak begitu saja menyerah terhadap keadaan. Keyakinannya: tidak ada proses yang mengkhianati hasil, terus dia pegang teguh hingga bisa mengantarkan ke pintu-pintu kesuksesan.

Hasil dari perjuangan itu, pertama kali dirinya rasakan saat dirinya didapuk menjadi Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) UTM. Pengalaman sebagai seorang pimpinan organisasi kampus, terus dia kembangkan, hingga akhirnya dirinya terjun ke dunia politik.

Berbekal pengalaman organisasi saat di bangku kuliah, Slamet Ariyadi memutuskan untuk mengikuti kontestasi Pileg 2019. Tak tanggung-tanggung, meski baru pertama kali terjun di dunia politik praktis, putera dari pasangan H. Mustofa dan Hj. Halimah itu, langsung membidik satu slot caleg di DPR RI.

Sungguh beruntung, sang mantan kuli bangunan terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), setelah berhasil merengkuh dukungan sebanyak 244 ribu suara pada Pileg 17 April 2019 lalu.

Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) ini, mampu bersaing dengan sejumlah politisi dengan nama besar lainnya di daerah pemilihan XI Madura, seperti Said Abdullah, Nizar Zahro, Zainuddin Amali, Ach. Baidowi, serta sejumlah nama beken lainnya. Bahkan, dirinya mampu menasbihkan diri sebagai caleg termuda dengan perolehan suara tertinggi secara nasional.

“Alhamdulillah. Ini berkat dukungan semua pihak. Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sampang yang telah mengantarkan saya untuk menjadi wakil rakyat. Semoga amanah ini bisa saya emban untuk kemajuan Madura,” tutup pria yang juga sempat menjalani kehidupan sebagai petani itu. (nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *