Marak Hoaks, Pemkab Sampang Masifkan Sosialisasi Vaksinasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) KALAH MASIF: Vaksinasi Covid-19 akan segera diterapkan, masyarakat diminta hindari informasi hoaks.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Banyaknya anggapan negatif terhadap vaksin Covid-19, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang harus kerja ekstra untuk mensosialisasikan kegiatan vaksinasinya. Pasalnya, anggapan negatif itu diperkirakan sudah lebih masif dibanding mereka yang memahami secara baik tentang vaksin baru itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan menuturkan, sebelum menjalankan vaksinasi, akan lebih memasifkan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat terkait manfaat dari vaksin Covid-19. Karena, banyak masyarakat yang sudah termakan informasi-informasi tidak benar soal adanya vaksin tersebut.

Anggapan negatif yang akrab dibicarakan, vaksin tersebut berbahayadan bisa meracuni, atau bahkan menimbulkan hilangnya nyawa. Tetapi ditegaskan Yuliadi, informasi tersebut tidak benar. Sebab, adanya vaksin Covid-19 bermanfaat untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Selain itu, vaksin tersebut sudah melalui pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan diperbolehkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan, vaksin itu sudah menjadi barang yang berlabel halal. 

“Benar masyarakat dapat informasi hoaks soal penerapan vaksin, dan kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat. Jadi dalam waktu dekat ini akan kami terapkan,” tuturnya kepada Kabar Madura, Minggu (17/1/2021).

Soal pelaksanaan vaksinasi di Sampang,  pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat, karena masih ada kabupaten lain di Provinsi Jawa Timur yang diprioritaskan. Namun mengenai teknisnya sudah dipersiapkan, termasuk untuk tenaga kesehatan (nakes) dan  penyimpanan vaksin tersebut. 

“Kalau tidak ada perubahan, akan diterapkan pada 22 Januari ini, dan semuanya sudah dipersiapkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi mengatakan, vaksin tersebut sementara ini diprioritaskan kepada nakes se-Sampang, baik nakes yang berstatus magang ataupun PNS.

Namun, vaksin tersebut belum tiba di Sampang, diprediksi turun minggu ketiga pada Januari 2021. Sedangkan vaksinasi untuk masyarakat umum masih menunggu pada tahap berikutnya.

“Vaksin akan datang pada minggu ketiga, dan itu diprioritaskan ke nakes baik rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah, dan yang akan divaksin itu minimal dan maksimal umur 18-59 tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 sudah menetapkan akan melakukan kegiatan vaksinasi kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Vaksin itu disebut memiliki tiga manfaat. Di antaranya untuk memberikan kekebalan kepada masing-masing individu, memberikan kekebalan kepada kelompok apabila banyak orang yang divaksinasi, serta memberi perlindungan kepada orang yang belum mendapat vaksin atau belum menjadi kelompok sasaran vaksinasi. (mal/waw)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *