Marak Kejahatan Gunakan Senpi di Bangkalan, Polres Kesulitan Deteksi Transaksi dan Peredarannya

Uncategorized11 Dilihat

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Tindakan kejahatan menggunakan senjata api (senpi) di Bangkalan terus marak. Rasa aman dan nyaman masyarakat kian terganggu. Terlebih, aparat Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan belum mampu mendeteksi peredaran senpi yang ditengarai ilegal tersebut.

 

Menurut pengamat hukum di Bangkalan, Hendrayanto, dalam beberapa bulan terakhir, banyak kasus kejahatan di Bangkalan menggunakan senjata api. Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat sudah berkembang.

 

“Dulu jika biasanya menggunakan senjata tajam, sekarang banyak yang menggunakan senpi,” katanya.

 

Hal tersebut menjadi sebuah kekhawatiran masyarakat soal banyaknya transaksi penjualan senpi ilegal. Apalagi Bangkalan juga sedang memasuki tahun pesta demokrasi. Sehingga pihak kepolisian harus lebih hati-hati dan menjadi salah satu perhatian penting.

 

Menurutnya, peredaran senjata api di Bangkalan perlu dicari dengan sunggung-sungguh dan masif. Sebab, banyak transaksi penjualan yang terjadi melalui media sosial yang bisa dideteksi kepolisian.

 

“Kalau kepolisian ingin mendalami, saya yakin ini bisa ditelusuri,” harapnya.

 

Sedangkan Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono juga membenarkan bahwa semenjak dirinya bertugas di Bangkalan, ada sejumlah kasus yang memang tertangkap menggunakan atau membawa senjata api. Baik kasus kekerasan, pencurian, narkoba, atau bahkan yang terbaru kasus penembakan.

 

“Memang sudah banyak yang menggunakan senpi, kami juga sedang menelusuri itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  BLT Tidak Cair Dua Tahun, Penyidik Pinjam Balai Desa Periksa Warga

 

Tetapi nyatanya ketika di lapangan sulit ditemukan. Sebab, pemilik senpi atau masyarakat yang membawa senpi lebih dahulu menyembunyikannya. Sehingga butuh informasi awal yang kemudian nanti bisa ditelusuri oleh tim. Pihaknya juga beberapa kali melakukan razia, tapi nihil ditemukan adanya senpi.

 

Mantan kapolres Pacitan itu memperkirakan, banyaknya peredaran senpi di Bangkalan merupakan dampak dari letak strategis yang berdekatan dengan kota bessr seperti Surabaya.

 

“Sekarang ini seolah mudah saja untuk mendapatkan senpi, karena memang banyak yang dijual gelap, banyak juga yang ilegal,” tutupnya.

 

Kasus penembakan yang terbaru adalah terjadi di arena sabung ayam di Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, Bangkalan. Seorang pria ditemukan tewas dengan luka tembak di tubuhnya. Korbannya merupakan warga Desa Dabung, Kecamatan Geger, Bangkalan. Sampai saat ini belum ditemukan siapa pelakunya.

 

Berdasarkan catatan Kabar Madura, terdapat beberapa kasus penembakan di Bangkalan yang cukup menyita perhatian publik. Sebelum terjadinya penembakan pada seorang pria di arena sabung ayam di Kecamatan Galis, pada Agustus 2022, juga sempat terjadi kasus penodongan dengan senpi di Desa Lerpak, Kecamatan Geger, Bangkalan. Tidak ada korban jiwa dalam kasus itu.

 

Juli tahun 2022 ini juga terdapat kasus curanmor yang pelakunya juga kedapatan membawa senpi saat digerebek polisi. Polres Bangkalan juga menemukan hal serupa saat menggerebek terduga pelaku kasus narkoba, salah satu terduga pelakunya memiliki senpi dengan amunisi aktif. Temuan itu dari penggerebekan di Kecamatan Bangkalan, Labang, dan Tragah.

Baca Juga :  DLH Pamekasan Jadikan WCD Momentum Bangun Kesadaran Kebersihan Lingkungan

 

Pada tahun 2021 lalu juga terjadi kasus penembakan, tepatnya pada bulan Agustus. Seorang teknisi jaringan internet ditembak di Desa Sukolilo, Kecamatan Labang, Bangkalan. Beruntung korbannya selamat. Pelakunya diduga tiga orang dan diamankan Polres Bangkalan.

 

Sebelumnya, pada Mei 2021, toko milik seorang anggota DPRD Bangkalan di Kecamatan Socah, Bangkalan, juga jadi sasaran tembak orang tidak dikenal. Kendati tidak ada korban jiwa, namun kasir toko tersebut terluka akibat serpihan kaca dan harus dilarikan ke rumah sakit.

 

Maret 2021 juga terjadi penembakan yang cukup menghebohkan. Kejadiannya di Kecamatan Sepulu, Bangkalan. Belakangan terungkap bahwa pelakunya merupakan oknum anggota DPRD Bangkalan. Kasus tersebut telah diputus Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Terpidananya divonis hukuman 6 tahun penjara.

 

Yang sempat menjadi perhatian publik juga penembakan pada seorang aktivis Bangkalan, Mathur Khusairi. Peristiwa itu terjadi pada Januari 2015. Mathur selamat, namun harus dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu lama. Kini Mathur sudah menjadi anggota DPRD Jawa Timur.

 

Baca Juga :  Inspektorat dan Kepolisian Turun Tangan, Selidiki Dugaan Pungli Pembuatan e-KTP di Sumenep

BEBERAPA KEJAHATAN DENGAN SENPI DI BANGKALAN

 

13 Oktober 2022

 

Penembakan di arena sabung ayam Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, Bangkalan.

Seorang pria ditemukan tewas dengan luka tembak di tubuhnya

Sampai saat ini belum ditemukan siapa pelakunya.

Agustus 2022

 

Penodongan dengan senpi di Desa Lerpak, Kecamatan Geger, Bangkalan

Tidak ada korban jiwa dalam kasus itu.

Juli 2022

 

Polisi menggerebek terduga pelaku curanmor yang membawa senpi dengan amunisi aktif

Penggerebekan terkait kasus narkoba juga menemukan senpi yang dimiliki terduga pelaku

Lokusnya di Kecamatan Bangkalan, Labang, dan Tragah

Agustus 2021

 

Teknisi jaringan internet ditembak di Desa Sukolilo, Kecamatan Labang, Bangkalan

Korban selamat

Tiga orang diduga pelaku berhasil ditangkap Polres Bangkalan

Mei 2021

 

Toko milik anggota DPRD Bangkalan jadi sasaran tembak orang tidak dikenal

Tidak ada korban jiwa,

Kasir toko terluka akibat serpihan kaca

Maret 2021

 

Penembakan di Kecamatan Sepulu, Bangkalan

Terungkap pelakunya merupakan oknum anggota DPRD Bangkalan

Kasus telah diputus PN Bangkalan

Terpidana divonis hukuman 6 tahun penjara

Januari 2015

 

Penembakan pada aktivis Bangkalan, Mathur Khusairi

Mathur selamat, namun harus dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu lama

Reporter: Helmi Yahya

 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *