oleh

Marak Kekerasan Seksual, Komite Anak Minta Pemkab Buat Penyuluhan Internet Positif

KABARMADURA.ID, Sampang – Komite Anak Sampang menilai, maraknya kasus asusila tidak lepas dari masalah internet negatif yang tidak terkontrol. Hal itu kemudian yang berdampak pada aksi kekerasan seksual.

Terlebih, rata-rata korbannya anak di bawah umur. Kondisi itu dinilai sangat membahayakan tumbuh kembang anak menuju dewasa.

Ketua Komite Anak Sampang Untung Rifa’i mengungkapkan, kasus asusila di Sampang lebih tinggi dibanding kabupaten lain di Madura. Sehingga dinilai perlu ada tindakan konkret dari pemerintah. Salah satunya perlu dibentuk tim penyuluh khusus untuk mengawasi dan antisipasi kekerasan seksual kepada anak di bawah umur.

“Sampang punya SDM yang bagus. Beberapa dokter yang berkompeten,” ungkap pria yang biasa disapa Kak Untung ini.

Tim itu tidak hanya melakukan penyuluhan, tetapi juga sosialisasi tentang strategi menjaga anak dari kekerasan seksual, menghindari anak dari internet negatif dan berbagai kegiatan antisipasi lain. Tapi, tim juga melakukan terapi kepada para korban kekerasan seksual yang sudah ada.

“Saya baru saja hadir kongres anak indonesia. Isinya soal sosialisasi internet positif,” ungkapnya.

Terapi itu dinilai sangat penting, karena merupakan penyelamatan kepada mental anak. Dia berharap pemerintah mengalokasikan anggaran untuk menyelamatkan anak-anak di Sampang.

Untung menilai, selama ini Dinas Sosial Sampang terkesan acuh. Padahal kasus ini tidak lepas dari tanggung jawabnya. Terbukti, selama ini tidak ada perhatian khusus kepada korban kekerasan seksual.

“Selama ini saya siap melakukan terapi kepada para korban. Semestinya ini dilakukan oleh Dinas Sosial,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinas Sosial Sampang, Moh. Amiruddin menolak memberikan keterangan. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak ada tanggapan. (km54/waw)

 

 

Komentar

News Feed