Marak Penambangan Pasir Pantai, Polres Bangkalan Butuh Laporan untuk Menindak

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MASIF: Penambang pasir pantai di Bangkalan bermunculan, sejumlah wilayah terancam abrasi, pemerintah setempat belum dapat mengambil tindakan tegas.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Penambang pasir ilegal di pesisir Bangkalan mulai bermunculan. Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan memprediksi, ancaman abrasi di pantai sulit dihindari jika tidak segera dihentikan.

Kepala Diskan Bangkalan Muhammad Zaini menyampaikan, berdasarkan laporan dari penyuluh dan petugas perikanan, bahkan nelayan, terdapat beberapa titik di pesisir Bangkalan yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraih keuntungan dengan cara mengeruk pasirnya.

Kata Zaini, tindakan tersebut masuk kategori merusak lingkungan. Sehingga melanggar ketentuan Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Perlindungan pada Ekosistem Laut. Sehingga berpotensi dipidanakan.

Bacaan Lainnya

“Dasarnya sudah ada. Tinggal upaya penindakannya saja nanti bisa diatur,” ucapnya.

Sejauh ini pihaknya yang hanya melakukan pembinaan dan meminta agar masyarakat ikut serta dalam menjaga ekosistem laut.  Termasuk membantu melaporkan ke dinas terkait. Sebab,pihaknya mengkhawatirkan kondisi warga setempat. Jika terus dibiarkan, maka akan menambah potensi abrasi baru.

Sayangnya, Diskan tidak memiliki wewenang untuk menindak atau memperingatkan. Sebab, hal itu juga merupakan wewenang pemerintah provinsi.

“Kita takut salah kalau langsung bertindak tanpa komunikasi dulu, makanya kami belum melakukan tindakan,” dalih Zaini.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mendorong agar pemerintah juga serius menangani permasalahan tersebut. Jika dirasa ada bukti, dipersilakan melaporkannya.

“Kalau ada laporan, kami akan proses, tapi kalau tidak, kami tidak bisa memprosesnya,” terang  AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo.

Pihak kepolisian juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan tindakan, bahkan jika itu termasuk perkara khusus. Namun pada proses penyelidikannya, akan dibutuhkan saksi ahli yang memang memiliki kompetensi di bidangnya.

“Kami siap membantu, hanya saja nanti kita juga butuh saksi ahli untuk mempertimbangkan penyelidikan,” ucapnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan