Marak Sambungan Listrik PJU Ilegal di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) ILEGAL: Banyak warga di Bangkalan memanfaatkan aliran listrik secara ilegal untuk penerangan jalan umum (PJU) dam tempat pemakaman umum (TPU).

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Sambungan listrik ilegal mulai menjadi bahan perbincangan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) 3 Perusahaan Listrik Negara (PLN) Madura. Sebab, sambungan yang memanfaatkan aliran listrik pada penerangan jalan umum (PJU) ini, terhubung langsung ke kabel induk. Sehingga perlu adanya tindakan atau langkah taktis untuk mengatasi persoalan tersebut.

Manajer Transaksi Energi UPT 3 PLN Madura Umar Solehan yang mendatangi kantor PLN Bangkalan mengatakan, hampir semua wilayah di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak ditemukan sambungan PJU ilegal. Rata-rata sambungan, berada di titik tempat umum seperti kuburan maupun jalan menuju masjid.

“Biasanya mereka (masyarakat red) yang melakukan penyambungan sendiri secara sengaja. Karena merasa kurangnya perhatian PJU dari pemerintah. Akibatnya mudah dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya,  Rabu (20/10/2021).

Pihaknya berharap, masyarakat bisa melakukan pemasangan secara legal. Yakni, melalui Dinas Perhubungan (Dishub). Sebab mayoritas di lapangan, PJU di kuburan banyak yang tersambung di induk PLN langsung. “Kami sudah berikan kemudahan bagi masyarakat, kami berikan solusi yang mudah dan murah bagi yang ingin menyambung PJU di kuburan atau pos kamling,” harapnya.

Kemudahan yang dimaksud, sambungan bisa dilakukan oleh ketua RT atau tokoh masyarakat dengan menghubungi PLN.  Setelah itu, pihak PLN akan meninjau langsung titik lokasi yang akan dipasang PJU. “Mudah-mudahan masyarakat bisa memasang secara ilegal. Mungkin minimnya informasi, membuat warga berpikir sulit mendapatkan aliran listrik secara legal<” jelasnya.

Sementara itu, Direktur ULP PLN Unit Bangkalan Pangky Yongkinata mengaku, sudah berkoordinasi dengan Dishub agar segera menyisir lokasi yang diduga melakukan sambungan PJU ilegal. Sebagai antisipasi kedepan, akan memberikan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai pentingnya menyambung listrik secara legal.

“Jadi tidak langsung kami putus, kami berikan himbauan, teguran dan sosialiasasi agar beralih ke PJU legal. Tapi kalau masih tetap, nanti akan kami putus langsung sambungannya,” responnya.

Disinggung mengenai jadwal pelaksanaan penyisiran PJU ilegal? Pangky berjanji, akan dilakukan secepatnya. Hanya saja untuk saat ini, menunggu kesiapan dari Dishub. Sedangkan sasaran untuk dilakukan penertiban, mulai dari PJU ilegal hingga adanya sambungan untuk kepentingan pribadi. “Nanti akan langsung melegalkan atau berikan meterisasi listrik. Bertahap nanti, kami akan segera bergerak,” janjinya.

Terpisah, Kepala Dishub Bangkalan Muawi Arifin menegaskan, pelayanan PJU yang ada saat ini akan mencakup ke semua wilayah di Kota Salak. Sedangkan pemanfaatan, penggunaan dan antisipasi jika ditemukan PJU ilegal, akan melakukan pemetaan daerah. Sehingga bisa diketahui lokasi saja yang perlu sambungan baru atau peralihan PJU ilegal menjadi legal.

“Kami sudah lakukan koordinasi dengan PLN Bangkalan, sesegera mungkin kami akan bertindak mengenai ini,” janjinya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok ISwanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *